Buka konten ini

BINTAN (BP) – Upaya menjaga garis pantai dari ancaman abrasi terus digencarkan. Salah satunya melalui penanaman 1.000 bibit bakau di pesisir sekitar Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT), Lagoi, Bintan, Jumat (24/4).
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April. Penanaman mangrove tersebut menjadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Ketua Umum Forum Pelabuhan Sehat BBT, Ray Manaek, mengatakan kawasan pesisir saat ini menghadapi tekanan yang kian besar akibat degradasi hutan bakau. Kondisi ini dipicu oleh alih fungsi lahan dan masifnya pembangunan.
Berdasarkan data, Indonesia telah kehilangan jutaan hektare hutan bakau sejak 1980-an. Bahkan, sekitar 700 ribu hektare lainnya kini dalam kondisi rusak.
Di tengah situasi tersebut, rehabilitasi mangrove dinilai menjadi langkah strategis. Vegetasi ini berfungsi sebagai benteng alami pesisir yang mampu menahan abrasi, menyerap karbon, sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.
“Pelabuhan BBT sebagai salah satu pelabuhan sehat di Lagoi melakukan penanaman 1.000 bibit bakau sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan pelabuhan,” ujar Ray.
Ia menambahkan, mangrove memiliki peran ekologis yang sangat penting. Selain melindungi garis pantai, hutan bakau juga menjadi habitat berbagai biota laut serta berkontribusi terhadap keseimbangan ekosistem.
Karena itu, keberadaan mangrove tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.
Ray berharap, kegiatan penanaman ini tidak berhenti sebagai seremoni semata. Ia menekankan pentingnya pemantauan dan perawatan agar bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal.
“Ke depan, langkah-langkah seperti ini perlu terus diperkuat untuk menghadapi tantangan perubahan lingkungan dan menjaga kelestarian bumi bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY