Buka konten ini

BATAM (BP) – Warga Perumahan Kembang Sari, Batam Kota, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia di dalam rumah sewa, Selasa (21/4) petang. Korban diketahui bernama Andreas, 78, warga negara Belanda yang selama ini tinggal seorang diri di lokasi tersebut.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas sofa ruang tamu. Saat pertama kali ditemukan sekitar pukul 18.57 WIB, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut sehingga menimbulkan kepanikan warga sekitar.
Ketua RT 02 RW 04 Perumahan Kembang Sari, Doni, mengatakan penemuan itu bermula dari kekhawatiran istri korban yang sedang berada di Jawa. Ia meminta bantuan warga untuk mengecek kondisi suaminya karena sudah beberapa hari tidak dapat dihubungi.
“Awalnya istri korban menelepon warga di sini, minta tolong dicek ke rumah karena suaminya tidak bisa dihubungi. Ponselnya juga tidak aktif,” ujar Doni.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, warga bersama petugas keamanan perumahan mendatangi rumah korban. Namun, saat tiba di lokasi, mereka menemukan cairan menyerupai darah yang mengalir dari dalam rumah hingga ke dekat pintu.
“Dari luar pintu sudah terlihat cairan itu. Sekuriti langsung menghubungi saya, lalu kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” kata Doni.
Tak lama kemudian, personel Polsek Batam Kota bersama Tim Inafis Polresta Barelang tiba di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga mengamankan sejumlah barang di dalam rumah untuk kepentingan penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya sejumlah obat-obatan pribadi dan alat kesehatan di sekitar korban.
“Benar ada penemuan jenazah pria. Dari hasil pemeriksaan sementara, kematian diduga karena sakit,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, saat dikonfirmasi, Rabu (22/4).
Selain obat pereda nyeri, petugas juga menemukan obat untuk gangguan jantung, alat pengukur tekanan darah, serta sejumlah suplemen yang diduga rutin dikonsumsi korban. Temuan ini mengindikasikan korban memiliki riwayat penyakit dan tengah menjalani pengobatan.
Sekitar pukul 21.47 WIB, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Meski dugaan awal mengarah pada faktor kesehatan, kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian korban. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO