Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 resmi dimulai, Selasa (21/4). Sebanyak 12 embarkasi, termasuk Embarkasi Batam, dijadwalkan memberangkatkan jemaah secara bertahap pada gelombang awal. Para calon jemaah mulai masuk ke asrama haji sejak Senin (20/4) malam hingga keesokan harinya sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ke Tanah Suci.
Dari total 16 embarkasi, sebanyak 12 embarkasi langsung mengirimkan jemaah pada fase awal. Embarkasi Yogyakarta menjadi yang paling pertama. Jemaah asal Daerah Istimewa Yogyakarta dijadwalkan masuk asrama pada Senin malam pukul 21.00 WIB, lalu terbang pada Selasa (21/4) pukul 23.40 WIB. Mereka diperkirakan tiba di Madinah pada Rabu (22/4) pukul 06.15 Waktu Arab Saudi (WAS), sekaligus menjadi rombongan pertama yang mendarat tahun ini.
Selanjutnya, keberangkatan disusul embarkasi Jakarta-Pondok Gede yang dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pukul 06.50 WAS. Secara bertahap, jemaah dari embarkasi lain juga akan tiba di Madinah, mulai dari Medan, Lombok, Solo, Makassar, hingga Jakarta-Bekasi, Palembang, dan Kertajati.
Embarkasi Batam turut ambil bagian dalam gelombang awal. Jemaah asal Batam dijadwalkan tiba di Madinah pada Rabu (22/4) pukul 17.00 WAS. Sementara itu, embarkasi Surabaya dan Banten menjadi yang terakhir dalam gelombang awal, masing-masing tiba pukul 18.30 WAS dan Kamis (23/4) pukul 01.00 WAS.
Berdasarkan jadwal resmi Kementerian Haji dan Umrah RI, jemaah calon haji (JCH) kloter pertama Embarkasi Batam akan mulai masuk Asrama Haji pada 21 April 2026. Sehari berselang, pemberangkatan perdana dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 melalui Bandara Hang Nadim.
“Untuk tahun ini, jemaah mulai masuk asrama pada 21 April, dan keesokan harinya langsung diberangkatkan. Jadwal ini sudah final sesuai koordinasi dengan maskapai,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Batam, Syahbudi.
Ia menjelaskan, proses pemberangkatan akan dilakukan secara bertahap sesuai pembagian kelompok terbang (kloter). Secara keseluruhan, Embarkasi Batam akan melayani 25 kloter dari berbagai daerah di Indonesia.
Terkait kesiapan, Syahbudi memastikan mayoritas jemaah sudah siap berangkat. Mulai dari kelengkapan administrasi, dokumen perjalanan, hingga pemeriksaan kesehatan telah diselesaikan.
“Alhamdulillah, secara umum jemaah kita sudah siap. Tinggal pemantapan menjelang keberangkatan, terutama kesehatan dan kesiapan fisik,” katanya.
Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara intensif, khususnya bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki riwayat penyakit.
Kesiapan Asrama Haji Batam juga dipastikan optimal. Fasilitas penunjang seperti kamar inap, konsumsi, hingga layanan kesehatan telah disiapkan untuk menyambut kedatangan jemaah.
“Asrama Haji Batam siap 100 persen. Seluruh fasilitas sudah kita siapkan agar proses berjalan lancar,” tegasnya.
Adapun, empat embarkasi haji di Indonesia lainnya yang akan menyusul memberangkatkan haji setelah 22 April, yakni Banjarmasin dan Padang pada 23 April, Balikpapan pada 25 April, serta Aceh sebagai embarkasi terakhir yang dijadwalkan berangkat pada 5 Mei.
Sebelumnya, pemberangkatan petugas haji Indonesia telah lebih dulu dimulai sejak Jumat (17/4). Ratusan personel Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi diberangkatkan dari Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, menuju Madinah untuk menyambut kedatangan jemaah gelombang pertama.
Petugas yang akan bertugas di Makkah dijadwalkan berangkat pada pekan ini, sehari setelah jemaah gelombang pertama diberangkatkan. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut para petugas akan bertugas sekitar 70 hari di Arab Saudi.
“Sebagian besar yang berangkat pertama adalah tim perlindungan jemaah (linjam) yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta petugas bandara dan pendukung lainnya,” ujarnya.
Menurut Dahnil, petugas di Madinah dan bandara menjadi yang paling lama bertugas karena baru kembali ke Indonesia setelah seluruh jemaah selesai menunaikan ibadah dan pulang ke Tanah Air. Para petugas juga dipersiapkan untuk menghadapi berbagai skenario kedaruratan selama pelaksanaan ibadah haji.
Uji Menu Haji di Batam, Tekstur untuk Lansia Jadi Perhatian
Layanan konsumsi bagi jemaah haji Embarkasi Batam tahun 1447 H/2026 M tidak hanya berfokus pada cita rasa. Kenyamanan dalam mengonsumsi makanan, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia), turut menjadi perhatian utama.
Hal ini terungkap dalam kegiatan uji cita rasa (meal taste) yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Kepulauan Riau di Asrama Haji Batam, Senin (20/4).
Kepala Kanwil Kemenhaj Kepri, Muhammad Syafii, mengatakan penyempurnaan menu dilakukan berdasarkan kebutuhan riil jemaah di lapangan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah faktor usia, mengingat proporsi jemaah lansia cukup besar.
“Sekitar 50 persen jemaah kita merupakan lansia. Jadi bukan hanya rasa yang enak, tetapi tekstur makanan juga harus lebih lembut dan mudah dikonsumsi,” ujarnya.
Dalam uji coba tersebut, berbagai masukan langsung disampaikan kepada penyedia layanan konsumsi. Di antaranya, tingkat kepedasan pada menu pendamping seperti keripik kentang diminta dikurangi, serta olahan daging diharapkan lebih empuk agar mudah dikunyah.
Syafii menegaskan, konsumsi selama penerbangan memiliki peran penting dalam menjaga kondisi fisik jemaah. Apalagi, perjalanan menuju Tanah Suci memakan waktu cukup panjang.
“Ini bukan sekadar makan dan minum. Konsumsi yang tepat akan membantu menjaga kebugaran jemaah selama perjalanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya memastikan seluruh aspek layanan, mulai dari kualitas bahan, konsistensi rasa, hingga ketepatan waktu penyajian, benar-benar terjaga.
“Standar kualitas menjadi prioritas. Kami ingin jemaah merasa nyaman sejak keberangkatan,” tegasnya.
Embarkasi Batam sendiri akan melayani ribuan jemaah dari empat provinsi. Rinciannya, Kepulauan Riau sebanyak 1.074 jemaah, Riau 4.704 jemaah, Jambi 3.306 jemaah, serta Kalimantan Barat 1.861 jemaah. Seluruhnya terbagi dalam 25 kelompok terbang (kloter).
Sementara itu, perwakilan Saudia Airlines, Muhammad Zein, memastikan menu yang disiapkan telah memenuhi standar nasional maupun internasional.
“Kami berkomitmen menyajikan makanan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga sesuai dengan selera jemaah Indonesia,” ujarnya.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kepri, Sudianto, menambahkan kualitas konsumsi menjadi bagian penting dari pelayanan haji secara keseluruhan.
“Ini tanggung jawab bersama untuk memastikan jemaah mendapatkan pelayanan terbaik, bahkan sejak di embarkasi hingga selama penerbangan,” katanya.
Dalam uji cita rasa tersebut, disajikan sejumlah menu, seperti ikan gulai dan rendang sapi, lengkap dengan nasi putih, sayuran, serta pelengkap berupa roti lembut (soft roll), puding, dan kue buah (fruit cake).
Melalui evaluasi ini, Kemenhaj Kepri berharap kualitas layanan konsumsi jemaah haji semakin optimal, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, terutama bagi jemaah lansia.
Satgas Haji Dibentuk, Antisipasi Haji Ilegal
Di tengah dimulainya proses pemberangkatan, Mabes Polri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji dan Umrah untuk memperkuat pengawasan. Satgas ini bertugas melindungi jemaah sekaligus menindak praktik penyelenggaraan haji ilegal.
Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin mengatakan, pembentukan satgas merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah. Polri berkomitmen mendukung penyelenggaraan ibadah haji 2026 agar berjalan aman, tertib, dan nyaman.
Menurutnya, pelaksanaan haji tahun ini berlangsung di tengah dinamika global, termasuk kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada meningkatnya biaya transportasi, akomodasi, dan logistik. Selain itu, penguatan regulasi juga menuntut pengawasan lebih ketat terhadap praktik haji nonkuota dan nonprosedural.
Polri mengidentifikasi sejumlah modus pelanggaran, mulai dari penipuan berkedok haji nonkuota, skema ponzi, hingga penggelapan dana dengan dalih keadaan kahar.
Sebagai langkah penanganan, Satgas Haji mengedepankan edukasi kepada masyarakat, pengawasan lintas sektor, serta penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku pelanggaran. Berdasarkan data, terdapat 77 aduan terkait haji dan umrah, dengan 21 kasus telah diselesaikan dan sisanya masih diproses.
Polri mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memastikan seluruh proses dilakukan melalui jalur resmi. (*)
Reporter : JP GROUP – RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK