Buka konten ini

JEPANG (BP) – Tingkat kesepian di Jepang menunjukkan tren peningkatan, terutama pada kelompok usia produktif. Survei terbaru pemerintah mencatat 4,5 persen warga mengaku sering atau terus-menerus merasa kesepian.
Angka tersebut meningkat 0,2 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan survei Kantor Kabinet Jepang pada 2025 yang dilaporkan The Japan Times.
Kelompok usia 30 hingga 50 tahun tercatat sebagai yang paling terdampak. Tingkat kesepian pada kelompok ini lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.
Selain itu, sebanyak 13,7 persen responden mengaku kadang merasa kesepian, sementara 19,5 persen lainnya merasakan hal tersebut sesekali.
Survei tersebut juga menemukan kaitan kuat antara kesepian dan kebiasaan makan. Individu yang jarang makan bersama orang lain cenderung lebih rentan mengalami kesepian.
Sebanyak 17,3 persen responden yang jarang makan bersama orang lain mengaku sering atau selalu merasa kesepian. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang masih memiliki kebiasaan makan bersama, meski hanya beberapa kali dalam sebulan.
Pada kelompok yang makan bersama satu hingga dua kali per bulan, tingkat kesepian tercatat 5,1 persen. Sementara mereka yang makan bersama sekitar sekali dalam sepekan hanya 3,7 persen.
Survei ini melibatkan sekitar 20.000 responden berusia 16 tahun ke atas di seluruh Jepang, dengan tingkat respons valid mencapai 59,4 persen.
Temuan ini menegaskan bahwa kesepian bukan sekadar persoalan individu, melainkan berkaitan erat dengan pola interaksi sosial sehari-hari. Aktivitas sederhana seperti makan bersama dinilai memiliki peran penting dalam mengurangi rasa keterasingan. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY