Buka konten ini

LOS ANGELES (BP) – Aktor Hollywood Ben Affleck dikabarkan menyerahkan seluruh kepemilikannya atas rumah mewah senilai sekitar 60 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp1 triliun) kepada mantan istrinya, Jennifer Lopez, tanpa meminta imbalan apa pun.
Dilansir dari Page Six pada Minggu (12/4), kabar tersebut mencuat setelah adanya perubahan dalam dokumen penyelesaian harta pasangan itu. Dokumen tersebut memuat istilah “pengalihan harta antar pasangan”, yang diduga merujuk pada penyerahan kepemilikan properti oleh Affleck kepada Lopez.
Meski tidak dijelaskan secara rinci dalam dokumen, sumber yang mengetahui situasi tersebut menyebut bahwa Affleck memberikan seluruh bagiannya atas rumah tersebut secara cuma-cuma kepada Lopez.
Rumah mewah yang berlokasi di Beverly Hills itu sebelumnya dibeli pasangan tersebut pada Juni 2023 dengan harga sekitar 60,85 juta dolar AS saat mereka masih menikah.
Properti seluas sekitar 3.530 meter persegi tersebut dilengkapi berbagai fasilitas mewah, termasuk 12 kamar tidur, 24 kamar mandi, hingga lapangan basket lengkap. Hunian tersebut bahkan sempat disebut sebagai “rumah impian” keduanya.
Namun, hanya setahun setelah pembelian, rumah tersebut mulai dipasarkan di tengah rumor keretakan hubungan mereka. Saat itu, sempat beredar kabar bahwa penjualan dilakukan karena perbedaan selera. Lopez disebut merasa rumah tersebut terlalu besar, sementara Affleck tidak terlalu menyukainya. Tak lama setelahnya, Lopez diketahui mengajukan gugatan cerai.
Pada periode yang sama, Affleck juga membeli rumah baru senilai sekitar 20,5 juta dolar AS di kawasan Pacific Palisades agar lebih dekat dengan anak-anaknya dari pernikahannya dengan Jennifer Garner.
Sementara itu, Lopez juga membeli rumah senilai sekitar 18 juta dolar AS di Los Angeles untuk ditempati bersama anak kembarnya dari pernikahannya dengan Marc Anthony.
Meski sempat dipasarkan, rumah mewah tersebut kemudian ditarik kembali dari daftar penjualan. Sumber menyebut keputusan itu diambil bersama karena mereka tidak ingin menanggung kerugian besar, mengingat kondisi pasar properti saat itu dinilai belum menguntungkan untuk menjual rumah dengan harga tinggi.
Kini, setelah kepemilikan properti tersebut sepenuhnya berada di tangan Lopez. (*)
Reporter : JP Group
Editor : GALIH ADI SAPUTRO