Buka konten ini

RS Awal Bros Batam menorehkan capaian medis bersejarah dengan berhasil melakukan operasi pemasangan alat pacu jantung pada bayi baru lahir pertama di Provinsi Kepulauan Riau. Tindakan medis kompleks tersebut dilakukan terhadap bayi laki-laki yang lahir pada usia kehamilan 36 minggu dengan berat 2.700 gram dan didiagnosis mengalami Congenital Atrioventricular Block (CAVB).
CAVB merupakan kelainan listrik jantung bawaan yang menyebabkan denyut jantung bayi hanya berada pada kisaran 45–70 kali per menit, jauh di bawah kondisi normal yang seharusnya mencapai 120–160 kali per menit. Kondisi ini membuat bayi harus segera mendapatkan pemasangan alat pacu jantung sesaat setelah dilahirkan.
Dalam kondisi tersebut, pihak keluarga dihadapkan pada dua pilihan, merujuk persalinan ke Jakarta yang memiliki fasilitas lebih lengkap, atau tetap menjalani proses di Batam dengan risiko tindakan medis tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya di rumah sakit setempat. Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, keluarga memutuskan tetap di Batam dengan alasan keterbatasan akses serta tingginya risiko perjalanan bagi bayi dalam kondisi kritis.
Sejak masa kehamilan, kondisi pasien telah dipantau oleh dr. Yanuarman, Sp.OG, KFM, yang juga mengoordinasikan kesiapan tim lintas spesialis sebelum persalinan dilakukan.
Setelah bayi lahir, penanganan langsung dilanjutkan oleh dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A (K), yang memastikan kondisi bayi tetap stabil di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Operasi pemasangan alat pacu jantung kemudian dilakukan selama kurang lebih dua jam tanpa komplikasi. Prosedur tersebut dipimpin oleh dr. Darma Satria, MSi., M.Ked.Klin., Sp.BTKV, bersama dr. Victor Jesron Nababan, Sp.BTKV Subsp.VE(K), (KT-JD), dengan menanamkan alat pacu jantung berukuran mini di dinding perut bayi.

Usai tindakan operasi, bayi dirawat intensif di ruang NICU dengan dukungan inkubator, monitor tanda vital, ventilator, serta Bubble CPAP. Kondisi bayi saat ini dilaporkan stabil dengan denyut jantung meningkat menjadi sekitar 110 kali per menit, refleks minum baik, serta tanpa komplikasi lanjutan.
Direktur RS Awal Bros Batam, dr. Widya Putri, MARS, menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi tim medis yang terkoordinasi dengan baik.
“Satu pasien, empat spesialis, satu tujuan, itulah yang terjadi di sini. Kasus sekompleks ini berhasil karena dokter spesialis kebidanan dan kandungan, spesialis anak, dan dua spesialis bedah toraks dan kardiovaskular bekerja sebagai satu tim sejak sebelum bayi lahir. Ini yang ingin terus kami bangun, bukan hanya fasilitas, tapi kompetensi terpadu yang membuat pasien tidak perlu jauh-jauh mencari penanganan untuk kasus yang sesungguhnya bisa diselesaikan di Batam,” ujar dr. Widya.
CAVB sendiri merupakan kondisi langka yang terjadi akibat terganggunya aliran sinyal listrik antara ruang atas dan bawah jantung secara permanen. Tanpa penanganan segera, kondisi ini berisiko menyebabkan gagal jantung hingga kematian pada bayi baru lahir.
Di Indonesia, kasus serupa umumnya hanya ditangani di rumah sakit rujukan tersier di kota besar. Keberhasilan operasi di Batam ini menjadi penanda bahwa penanganan kasus medis kompleks kini dapat dilakukan di daerah dengan dukungan tim dan fasilitas yang memadai. (***)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO