Buka konten ini

MANUSIA sebagai makhluk sosial memiliki karakter yang beragam. Perbedaan ini terbentuk dari banyak faktor, mulai dari pola asuh, lingkungan budaya, hingga pengaruh kepribadian orangtua.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mudah menemukan berbagai tipe karakter. Ada yang ceria dan penuh ener gi, ada yang tegas memimpin, hingga sosok pendiam yang nyaman mengekspresikan diri lewat tulisan. Keberagaman inilah yang membuat setiap individu terasa unik.
Di antara berbagai tipe tersebut, ada pula sosok yang dikenal sebagai people pleaser. Istilah ini merujuk pada orang yang cenderung mengutamakan kepentingan orang lain, bahkan sering mengabaikan kebutuhan diri sendiri—baik secara emosional maupun fisik.
Salah satu kebiasaan yang sering muncul dari people pleaser adalah terlalu sering meminta maaf, bahkan dalam situasi yang sebenarnya tidak memerlukannya. Dilansir dari LinkedIn dan Therapy in a Nutshell, berikut beberapa langkah untuk mengurangi kebiasaan tersebut:
1. Kenali Akar Masalahnya
Langkah awal adalah menyadari kebiasaan ini. Coba perhatikan seberapa sering kamu mengucapkan maaf dalam percakapan. Setelah itu, cari tahu penyebabnya—misalnya rasa percaya diri yang rendah atau pola asuh yang membuatmu mudah merasa bersalah.
2. Beri Jeda Sebelum Bicara
Sebelum spontan meminta maaf, cobalah berhenti sejenak. Ambil napas dan tanyakan pada diri sendiri apakah situasi tersebut benar-benar membutuhkan permintaan maaf. Kebiasaan memberi jeda ini bisa membantu mengurangi respons otomatis.
3. Gunakan Alternatif Kata
Tidak semua situasi perlu diawali dengan kata “maaf”. Kamu bisa menggantinya dengan ucapan terima kasih atau langsung menyampaikan maksud tanpa rasa bersalah, terutama untuk hal-hal yang wajar seperti bertanya atau meminta bantuan.
4. Perbaiki Cara Berkomunikasi
Biasakan berbicara dengan jelas, tegas, dan langsung pada inti. Hindari gaya komunikasi yang terlalu merendahkan diri. Latih diri untuk menyampaikan pendapat secara efektif dan tahu kapan harus berbicara maupun mendengarkan.
5. Bangun Kepercayaan Diri
Sering meminta maaf bisa membuat seseorang merasa kurang layak untuk bersuara. Padahal, setiap orang punya hak yang sama untuk menyampaikan pendapat, baik di ruang rapat maupun diskusi.
6. Lakukan Afirmasi Positif
Tanamkan keyakinan bahwa kamu berharga dan pantas didengar. Biasakan memberi afirmasi pada diri sendiri setiap hari agar lebih berani berbicara dan tidak ragu mengatakan “tidak” jika diperlukan.
Dengan mengurangi kebiasaan meminta maaf secara berlebihan, kamu bisa menjalani keseharian dengan lebih percaya diri dan nyaman menjadi diri sendiri. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO