Buka konten ini

BINTAN (BP) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan menyelidiki dugaan keracunan pangan yang dialami puluhan warga di Tanjunguban dan Seri Kuala Lobam.
Peristiwa ini mencuat setelah sejumlah warga mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, muntah, hingga diare. Keluhan tersebut diduga muncul usai mengonsumsi makanan dari satu sumber yang sama.
Kepala Dinkes Bintan, Retno Riswati, mengatakan laporan awal diterima pada Minggu (12/4). Saat itu, beberapa warga mulai menunjukkan gejala yang mengarah pada keracunan pangan.
“Benar, ada dugaan kasus keracunan pangan pada sejumlah warga setelah mengonsumsi makanan dari sumber yang sama,” ujarnya, Selasa (14/4).
Meski demikian, Retno belum memastikan apakah sumber makanan tersebut berasal dari hajatan di wilayah Tanjunguban.
Untuk memastikan penyebabnya, tim Dinkes Bintan telah turun langsung melakukan penyelidikan epidemiologi. Langkah ini meliputi penelusuran sumber makanan yang diduga terkontaminasi serta pendataan jumlah warga terdampak.
“Hasil penyelidikan ini akan menjadi dasar tindak lanjut yang akan kami lakukan,” jelasnya.
Selain itu, sampel makanan juga telah diambil dan dikirim untuk diperiksa di laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam.
“Sampel sudah kami kirim untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Retno.
Ia memastikan seluruh warga yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat dan kondisi mereka terus dipantau.
Dinkes Bintan juga berkoordinasi dengan rumah sakit, puskesmas, serta instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Retno mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama memastikan kebersihan dan tingkat kematangan makanan.
“Pastikan makanan dalam kondisi bersih, matang, dan tidak basi. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala keracunan,” pesannya.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat seiring perkembangan hasil investigasi. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY