Buka konten ini

BATAM (BP) – Wajah Underpass Pelita yang selama ini dikenal gelap dan rawan genangan air kini mulai dibenahi melalui program revitalisasi menyeluruh oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan estetika, tetapi juga pada aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Salah satu perhatian utama adalah perbaikan sistem pencahayaan yang selama ini kerap dikeluhkan pengendara.
Kepala Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan proyek tersebut turut didukung melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Underpass Pelita selama ini gelap. Kita buat menjadi lebih terang, namun tetap tidak mengganggu pengguna lalu lintas dengan lampu neon,” ujarnya, Selasa (14/4).
Selain pencahayaan, persoalan klasik berupa genangan air saat hujan juga menjadi fokus pembenahan. Selama ini, kondisi tersebut kerap membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
“Drainase juga menjadi perhatian agar aliran air lebih lancar dan tidak terjadi genangan,” jelasnya.
Revitalisasi ini merupakan bagian dari program penataan infrastruktur BP Batam melalui Direktorat Pembangunan Infrastruktur. Langkah ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan kualitas fasilitas publik dan mempercantik wajah kota.
Underpass Pelita memiliki peran strategis sebagai penghubung kawasan pemerintahan di Batam Center dengan pusat bisnis dan pariwisata di Nagoya. Infrastruktur ini juga menjadi satu-satunya underpass di Kota Batam.
Seiring waktu, kondisi underpass mengalami penurunan, baik dari sisi fungsi maupun estetika. Minimnya pencahayaan, sistem drainase yang kurang optimal, hingga maraknya vandalisme menjadi faktor yang mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
Untuk itu, BP Batam melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari penataan lanskap dengan penanaman tanaman, pembersihan saluran drainase, pengecatan ulang dinding dan marka jalan, hingga pemasangan light box yang memuat visi pembangunan Kota Batam.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan revitalisasi ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Revitalisasi Underpass Pelita merupakan langkah strategis untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat. Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga memiliki nilai estetika sebagai representasi kemajuan Kota Batam,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan pencahayaan dan pembenahan sistem drainase menjadi prioritas utama untuk meminimalkan risiko kecelakaan serta mencegah genangan air saat musim hujan.
“Dengan perbaikan menyeluruh, kami optimistis Underpass Pelita akan kembali menjadi jalur yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakat Batam,” tambahnya.
Saat ini, progres pekerjaan terus berjalan. Sejumlah tahapan telah dilakukan, seperti penanaman tanaman hias, pembersihan drainase, serta pengukuran untuk pengecatan, pemasangan light box, dan pembaruan sistem penerangan.
Proyek revitalisasi ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, yakni April hingga Mei 2026.
BP Batam juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah diperbaiki, termasuk menghindari vandalisme agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Tidak hanya underpass, secara bertahap BP Batam juga akan melakukan revitalisasi di kawasan lainnya,” tutup Amsakar. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO