Buka konten ini

AKSI balap liar yang kembali marak di sejumlah wilayah Batam, khususnya Sekupang dan Bengkong, mendapat respons tegas dari jajaran kepolisian. Selain meningkatkan patroli dan penindakan, aparat juga menggencarkan edukasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat sebagai langkah pencegahan dini.
Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, menegaskan telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menindak tegas pelaku balap liar, terutama di kawasan Jalan RE Martadinata, Sekupang, yang kerap menjadi titik rawan.
“Saya sudah arahkan Polresta Barelang untuk menyelidiki dan menindak tegas pelaku balap liar. Patroli harus dioptimalkan di titik-titik rawan,” ujarnya, Selasa (14/4).
Ia menilai langkah tegas diperlukan untuk memberikan efek jera, mengingat mayoritas pelaku merupakan kalangan remaja. Di sisi lain, pengawasan di lapangan juga akan diperkuat agar masyarakat merasa aman saat beraktivitas.
“Pengawasan akan kami tingkatkan. Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman,” tegasnya.
Sebelumnya, warga Sekupang mengeluhkan maraknya aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari. Bahkan, seorang warga dilaporkan mengalami luka setelah ditendang oleh pelaku saat mencoba membubarkan aksi tersebut.
Sejalan dengan instruksi tersebut, Polresta Barelang melalui jajaran Polsek dan satuan fungsi mengintensifkan patroli serta penindakan di lapangan. Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel di titik-titik rawan guna mencegah aksi serupa terulang.
“Kita siagakan personel dan tingkatkan patroli di titik-titik rawan,” ujarnya.
Selain penindakan, pendekatan edukatif juga terus digencarkan dengan menyasar kalangan pelajar yang dinilai paling rentan terlibat. Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, menegaskan pentingnya langkah preventif untuk menekan potensi balap liar.
“Balap liar bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa. Karena itu, kami fokus memberikan pemahaman sejak dini kepada para pelajar,” katanya.
Melalui peran Bhabinkamtibmas, edukasi dilakukan secara masif di berbagai sekolah, di antaranya SMAN 24 Tanjung Riau, SMP Negeri 25 Tiban Indah, dan SMP Negeri 56 Tiban Lama. Para siswa diingatkan agar tidak mengendarai kendaraan sebelum cukup umur dan memiliki surat izin mengemudi (SIM), serta menjauhi aktivitas negatif di jalan raya.
Edukasi juga menyasar masyarakat. Bhabinkamtibmas Sungai Harapan, Aiptu Syefriadi, memberikan penyuluhan kepada pelajar Qur’an Centre di Masjid At Taqwa Rusunawa Pemko Batam, dengan menekankan pentingnya penggunaan helm, larangan knalpot brong, serta tidak berkendara tanpa SIM.
Tak hanya itu, Satuan Binmas Polresta Barelang turut menggelar penyuluhan di SMP Negeri 30 Batam, SMA Negeri 08 Batam, hingga komunitas pengemudi ojek online.
Kasat Binmas Polresta Barelang, AKP Betty Novia, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi temuan pelajar yang masih berkeliaran saat jam sekolah dan berkendara ugal-ugalan di jalan raya.
“Fenomena ini tidak bisa dibiarkan karena berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain, serta kerap berkaitan dengan aksi balap liar,” ujarnya.
Dalam penyuluhan tersebut, pelajar juga dibekali pemahaman tentang disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta bahaya kenakalan remaja, termasuk perundungan (bullying).
Sementara itu, pengemudi ojek online diimbau turut berperan menjaga ketertiban lalu lintas dan menjadi contoh berkendara yang baik.
Polisi juga menginformasikan bahwa ratusan sepeda motor telah diamankan akibat pelanggaran, termasuk terkait aksi balap liar. Pemilik kendaraan diminta segera mengambil dengan menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.
Selain itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan Call Center 110 untuk melaporkan aksi balap liar maupun gangguan kamtibmas lainnya.
“Kami ingin membentengi generasi muda dari aktivitas berbahaya. Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, kami optimistis potensi balap liar bisa ditekan,” tambah Hippal.
Dengan kombinasi penindakan tegas dan edukasi berkelanjutan, kepolisian berharap situasi kamtibmas di Batam tetap kondusif serta mampu menekan kenakalan remaja yang kian meresahkan. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – EUSEBIUS SARA – YOFI YUHENDRI – YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO