Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tidak panik terkait isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Ia memastikan stok BBM untuk masyarakat masih dalam kondisi aman.
Tito juga menegaskan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aksi borong atau panic buying, baik terhadap bahan pokok maupun BBM.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying,” kata Tito saat berkunjung ke Tanjungpinang, Senin (9/3).
Menurutnya, pemerintah pusat telah menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memperkuat koordinasi dengan para distributor guna memastikan kelancaran rantai pasok pangan dan energi di daerah.
“Kepala daerah harus segera rapat dan berkoordinasi dengan distributor serta pengusaha untuk memastikan kesiapan pasokan pangan,” ujarnya.
Selain ketersediaan logistik, Tito juga menekankan pentingnya menjaga keamanan selama periode mudik Lebaran, termasuk di jalur transportasi dan destinasi wisata.
Ia meminta para kepala daerah tetap berada di wilayah tugas masing-masing pada 14 hingga 28 April guna memastikan stabilitas harga serta kenyamanan masyarakat.
“Rasa aman dan nyaman harus dihadirkan untuk masyarakat. Karena itu, lakukan pengamanan di arus mudik dan lokasi wisata,” katanya.
Harga BBM Subsidi Bisa Naik
Terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa opsi menaikkan harga BBM bersubsidi dapat menjadi langkah terakhir apabila harga minyak dunia terus meningkat.
Menurutnya, kebijakan tersebut bisa dipertimbangkan jika tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah melewati kemampuan fiskal pemerintah.
“Kalau memang anggarannya tidak kuat, tidak ada jalan lain. Kita harus berbagi dengan masyarakat, artinya ada kenaikan BBM,” kata Purbaya dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Senin (9/3).
Namun ia menegaskan pemerintah tidak akan tergesa-gesa mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Langkah tersebut hanya akan dilakukan jika kondisi APBN benar-benar tidak mampu menahan dampak lonjakan harga minyak global.
Purbaya mengungkapkan, perhitungan Kementerian Keuangan menunjukkan potensi defisit APBN dapat melebar hingga sekitar 3,7 persen dari produk domestik bruto (PDB) jika harga minyak dunia bertahan di kisaran 92 dolar AS per barel sepanjang tahun tanpa intervensi kebijakan pemerintah. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : RATNA IRTATIK