Buka konten ini

Kundur, Kamis (30/4). Foto: SANDI PRAMOSINTO
BUPATI Karimun, Iskandarsyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Kamis (30/4). Sidak dilakukan sebagai respons atas laporan adanya pasien rawat inap yang tidak mendapatkan makanan selama 10 hari.
“Kami sidak untuk menindaklanjuti keluhan warga dan memastikan kualitas pelayanan kesehatan tetap prima, termasuk memantau fasilitas di RSUD Tanjungbatu,” ujar Iskandarsyah kepada Batam Pos.
Dalam kunjungannya, bupati juga melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen rumah sakit, khususnya terkait pelayanan dasar kepada pasien. Ia menegaskan, kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi.
“Ini tidak boleh terjadi. Saya minta seluruh aparatur RSUD lebih responsif dan memastikan fungsi pelayanan berjalan dengan baik. Jika ada kendala anggaran atau pencairan, segera sampaikan agar bisa dicarikan solusi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, anggaran operasional RSUD Tanjungbatu pada 2026 telah dialokasikan sebesar Rp7,94 miliar, mencakup kebutuhan makan minum pasien hingga operasional ambulans laut.
Menurutnya, pengelolaan rumah sakit harus dilakukan secara transparan dan profesional, mengingat pelayanan kesehatan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Iskandarsyah juga mengungkapkan, RSUD Tanjungbatu masih memiliki beban tunda bayar sejak 2024 sebesar lebih dari Rp4,7 miliar. Pada tahun ini, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
“Ke depan, kami tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan, sarana, dan prasarana RSUD Tanjungbatu sebagai bagian dari upaya jangka panjang peningkatan kualitas layanan kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Tanjungbatu, dr Suharyanto, mengakui pihaknya tidak menerima laporan terkait habisnya bahan makanan di dapur rumah sakit.
“Bagian gizi tidak melaporkan bahwa bahan makanan sudah habis. Penyebabnya, pihak ketiga tidak menyuplai bahan karena keterlambatan pembayaran,” jelasnya.
Ia menyebut, jika informasi tersebut disampaikan lebih awal, manajemen akan berupaya mencari solusi agar pelayanan kepada pasien tidak terganggu.
Selain itu, ia juga mengungkapkan operasional ambulans laut belum berjalan optimal karena keterbatasan pendapatan BLUD RSUD Tanjungbatu. (***)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY