Buka konten ini

KERESAHAN melanda orang tua pelajar di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, setelah anak-anak mereka diduga mengalami keracunan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, hasil uji sampel makanan belum diumumkan secara jelas kepada publik.
Peristiwa tersebut terjadi pada 15 April lalu dengan jumlah korban mencapai 155 pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah itu. Para siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan yang disediakan oleh mitra dapur MBG, Yayasan Pangan Intan Permata.
Menu yang disajikan saat itu berupa telur kecap, sayur tumis, nasi, dan tempe goreng yang diduga menjadi pemicu insiden.
Salah seorang orang tua murid, Farida, mengaku kecewa dengan sikap Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai belum transparan dalam menyampaikan hasil pemeriksaan.
“Kemana BGN, sampai sekarang belum ada pengumuman. Katanya terbuka, tapi tidak ada komunikasi lagi,” ujarnya, Jumat (1/5).
Ia menjelaskan, tim investigasi BGN sebelumnya sempat turun langsung ke Siantan Tengah. Tim yang dipimpin Arie Karimah Muhamma itu menyampaikan hasil uji laboratorium akan keluar pada Selasa (28/4).
Namun, hingga kini belum ada informasi lanjutan yang diterima para orang tua.
“Sudah lewat dari waktu yang dijanjikan, tapi belum ada kabar,” katanya.
Farida mengaku mulai khawatir keterlambatan tersebut berkaitan dengan temuan tertentu. Ia menilai seharusnya hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka.
“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa lama diumumkan? Ini yang bikin kami curiga,” ucapnya.
Kondisi itu membuat sebagian orang tua mulai melarang anak-anak mereka mengonsumsi makanan dari program MBG. Bahkan, komunikasi antarorang tua telah dilakukan untuk menyikapi persoalan tersebut. “Saya sudah tidak izinkan anak menerima MBG. Banyak orang tua lain juga sepakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPOM Batam, Ully Mandasari, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait hasil uji sampel. Hal serupa juga terjadi pada perwakilan BGN wilayah Riau–Kepri, Widya.
Di sisi lain, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut hasil pemeriksaan telah dipublikasikan melalui laman resmi lembaganya.
“Sudah ada di portal Sidak BGN, silakan dilihat di sana,” ujarnya singkat.
Namun, saat ditelusuri, informasi terkait hasil uji sampel makanan MBG di Siantan Tengah belum ditemukan secara spesifik. Data yang tersedia tersebar di berbagai menu tanpa penjelasan rinci, sehingga memicu kebingungan di kalangan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang detail dan mudah diakses publik terkait hasil uji tersebut, sementara keresahan orang tua masih terus berlanjut. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY