Buka konten ini

COLORADO (BP) – Elliot J. Baskin, seorang rabi Yahudi dari Asosiasi Rabi Temple Emanuel, Denver, Colorado, Amerika Serikat, menyerukan agar Israel segera menghentikan perang di Gaza yang menimbulkan krisis kemanusiaan. “Sebagai seorang rabi, saya sangat prihatin atas hilangnya nyawa dan kelaparan di Gaza. Ini masa yang sungguh tidak masuk akal karena harus menyaksikan dahsyatnya perang,” kata Elliot dalam konferensi pers daring Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Selasa (9/9) dilansir Antara.
Ia menegaskan penderitaan warga Gaza maupun nasib para sandera Israel yang ditahan Hamas merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak adil secara teologis. Menurut ajaran Yahudi, kata Elliot, semua manusia diciptakan dalam satu citra Tuhan (Selim Elohim).
“Membunuh suatu bangsa adalah dosa besar terhadap kemanusiaan,” ujarnya.
Elliot bersama dua pemimpin agama lain, Imam Alaa Elzokm dari Elsedeaq Islamic Society, Melbourne, Australia, serta Pendeta Ryhan Prasad dari Gereja Presbyterian Khandallah, Wellington, Selandia Baru, menyampaikan surat terbuka berjudul Abrahamic Plea to Israel.
Mereka meminta Israel mengakhiri perang, membuka akses bantuan kemanusiaan, dan mendorong perdamaian di Gaza.
“Kami menyerukan kepada pemerintah, pemimpin agama, dan semua pihak yang peduli keadilan serta hak asasi manusia untuk mendukung pernyataan ini,” kata Alaa.
Sementara Ryhan menegaskan seruan itu bukan anti-Semit, melainkan kritik atas tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama-agama Samawi. “Kami ingin menegaskan bahwa banyak hal yang terjadi saat ini tidak mencerminkan kasih kepada sesama,” ujarnya.
Dalam surat tersebut, ketiganya menegaskan tidak bisa tinggal diam melihat penderitaan rakyat Gaza. “Hilangnya nyawa, hancurnya rumah, jeritan korban luka, dan penderitaan para pengungsi menuntut perhatian mendesak dan aksi kolektif,” tulis mereka.
Mereka berkomitmen terus mendorong perdamaian melalui doa, dialog, dan aksi nyata yang dilandasi penghormatan terhadap martabat manusia, saling pengertian, serta kerja sama lintas iman. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : Andriani Susilawati