Buka konten ini

CANBERRA (BP) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra meluncurkan buku anak dwibahasa Masalah Tuberkulosis (TBC/TB Trouble) beserta buku aktivitas pendamping karya Susan Neuhaus di Wisma Duta RI, Canberra. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kesehatan sekaligus mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia, awal bulan Juni 2026, ini.
Acara tersebut dihadiri komunitas pendidikan, guru Bahasa Indonesia, perwakilan Balai Bahasa Indonesia, mahasiswa, serta masyarakat Indonesia dan Australia yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan dan literasi.
Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, mengapresiasi kontribusi Susan Neuhaus dalam menghadirkan bahan bacaan anak yang menggabungkan edukasi kesehatan dengan pembelajaran bahasa.
Menurut Siswo, buku tersebut tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman anak tentang pencegahan penyakit menular, tetapi juga memperkaya sumber belajar Bahasa Indonesia bagi pelajar dan masyarakat Australia.
Buku Anak yang Menggabungkan Literasi dan Edukasi Kesehatan
Dalam kesempatan itu, Susan Neuhaus menjelaskan latar belakang penulisan buku Masalah Tuberkulosis (TBC/TB Trouble) sekaligus memperkenalkan buku sebelumnya yang mengangkat tema malaria.
Ia mengatakan, buku-buku tersebut dirancang untuk menyampaikan pesan kesehatan masyarakat kepada anak-anak melalui cerita yang menarik, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, Susan berharap anak-anak dan keluarga semakin memahami pentingnya pencegahan penyakit menular sekaligus menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini.
Dukung Upaya Eliminasi TBC di Indonesia
Pada acara yang sama, Marsia Gustiananda Pramono memaparkan perkembangan penanganan tuberkulosis (TBC) di Indonesia, termasuk berbagai program pemerintah dalam mendukung percepatan eliminasi TBC.
Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan yang masih dihadapi Indonesia sekaligus langkah-langkah yang telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan TBC.
Buku Dibagikan untuk Guru dan Pendamping Bahasa Indonesia Sebagai bagian dari peluncuran, Susan Neuhaus menyerahkan buku secara simbolis kepada Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, Guru Bahasa Indonesia di Majura Primary School, Adam Chad, serta delapan Indonesian Teaching Assistant (ITA) yang saat ini mengajar di berbagai sekolah di Canberra.
Penyerahan buku tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatannya sebagai media edukasi kesehatan sekaligus bahan ajar yang menarik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Perkuat Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia
Buku Masalah Tuberkulosis (TBC/TB Trouble) memadukan unsur petualangan, persahabatan, dan edukasi kesehatan melalui cerita yang mudah dipahami serta ilustrasi yang ramah anak.
Selain mengajarkan pentingnya pengobatan yang tepat, pola hidup sehat, dan pencegahan TBC, buku dwibahasa ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara kontekstual.
Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat memperkaya bahan ajar autentik yang digunakan guru maupun Indonesian Teaching Assistant dalam mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Australia.
Perkuat Diplomasi Pendidikan Indonesia-Australia
KBRI Canberra menyatakan peluncuran buku ini menjadi contoh kolaborasi yang mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, dan diplomasi budaya.
Inisiatif tersebut tidak hanya mendukung kampanye kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat promosi Bahasa Indonesia serta hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Australia melalui pendidikan dan literasi.
Melalui kegiatan ini, KBRI Canberra berharap semakin banyak bahan ajar kreatif dan berkualitas yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi kesehatan anak, memperkuat pembelajaran Bahasa Indonesia, serta mempererat kerja sama pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Australia. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO