Buka konten ini

KELANGKAAN Minyakita yang sempat terjadi di Kota Tanjungpinang membuat harga minyak goreng subsidi tersebut dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski demikian, Satgas Pangan Tanjungpinang mengaku belum menerima laporan terkait dugaan penimbunan maupun penjualan di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Ketua Satgas Pangan Tanjungpinang, AKP Wamilik Mabel, mengatakan hingga kini pihaknya belum menemukan indikasi penimbunan Minyakita di wilayah Tanjungpinang.
”Untuk dugaan penimbunan belum ada ditemukan. Soal harga memang dinamis. Kalau pasokan sedikit, harga bisa naik,” katanya, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, Satgas Pangan bersama instansi terkait rutin melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok dan harga bahan pokok di pasaran.
Meski demikian, Wamilik mengaku belum menerima pengaduan masyarakat terkait penjualan Minyakita di atas HET yang saat ini ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
”Kami rutin mengecek ke lapangan, namun sampai saat ini belum ada aduan terkait kenaikan harga,” ujarnya.
Di sisi lain, pedagang mengakui kelangkaan pasokan sempat memaksa mereka mencari Minyakita dari luar jalur distribusi resmi dengan harga yang lebih tinggi.
Sabil, pedagang sembako di Tanjungpinang, mengatakan pasokan Minyakita sempat terhenti sehingga harga jual di tingkat pengecer ikut naik.
”Sejak saat itu tidak ada lagi pasokan. Biasanya kami jual sekitar Rp17 ribu per liter. Karena barang sulit didapat, sempat kami jual Rp19 ribu. Pembeli tentu protes, tetapi memang barang susah masuk ke Tanjungpinang,” katanya.
Hal senada disampaikan A’an, pedagang di Pasar Bintan Center. Ia mengaku selama pasokan dari distributor resmi tersendat, dirinya mendatangkan Minyakita dari Batam agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.
Namun, tambahan biaya angkut membuat harga jual tidak bisa mengikuti HET.
”Kadang tidak benar-benar kosong, tetapi kami ambil barang dari Batam. Karena ada ongkos angkut, harga jual ikut naik. Barang itu juga bukan dari distributor resmi kami,” ujarnya.
Kini kondisi pasokan mulai berangsur normal. A’an optimistis harga Minyakita akan kembali mengikuti HET apabila distribusi dari distributor resmi berjalan lancar.
”Alhamdulillah sekarang mulai stabil. Minggu depan juga akan masuk lagi, sehingga kami bisa menjual sesuai HET sekitar Rp15.700 per liter,” pungkasnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY
