Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Film “live-action Moana” diperkirakan mengalami kerugian besar setelah hanya membukukan pendapatan pembukaan global sebesar USD 95 juta atau sekitar Rp1,55 triliun.
Dilansir dari laman Deadline pada Selasa (14/7), Dari jumlah tersebut, pasar Amerika Serikat dan Kanada menyumbang USD 43 juta atau sekitar Rp701 miliar. Capaian tersebut dinilai jauh di bawah ekspektasi untuk film yang diproyeksikan menjadi salah satu andalan Disney pada musim panas.
Berdasarkan perkiraan sejumlah sumber industri, Moana berpotensi merugi antara USD 100 juta hingga USD 125 juta, setara sekitar Rp1,63 triliun hingga Rp2,04 triliun, pada siklus penayangan pertamanya.
Proyeksi tersebut bahkan dibuat dengan asumsi film mampu meraih pendapatan global sekitar USD 250 juta atau sekitar Rp4,08 triliun.
Tingginya biaya produksi sebesar USD 250 juta atau sekitar Rp4,08 triliun, ditambah biaya pemasaran global sekitar USD 145 juta atau sekitar Rp2,36 triliun, menjadi penyebab utama sulitnya film mencapai titik impas.
Selain biaya produksi yang membengkak, jadwal perilisan dinilai menjadi faktor penting yang menghambat performa film tersebut. Disney merilis versi live-action kurang dari dua tahun setelah kesuksesan Moana 2, sehingga sebagian penonton dinilai belum memiliki alasan kuat untuk kembali menyaksikan kisah yang sama di layar lebar.
Persaingan dengan film keluarga lain, termasuk Toy Story 5, juga membuat Moana kesulitan mendominasi pasar box office internasional.
Sejumlah pengamat juga menilai kampanye promosi film kurang menawarkan daya tarik baru dibandingkan versi animasinya. Meskipun memperoleh CinemaScore A dan skor penonton 90 persen di Rotten Tomatoes, performa box office Moana diperkirakan tetap belum mampu menutup tingginya biaya produksi dan pemasaran yang telah dikeluarkan Disney. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY
