Buka konten ini

BATAM (BP) – Batam mulai membidik posisi baru sebagai pusat pembinaan sepak bola usia dini di kawasan Asia Tenggara. Tidak hanya menjadi kota industri dan investasi, Batam kini didorong menjadi destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 yang menghadirkan klub dari Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Ajang sepak bola usia muda tersebut menjadi langkah awal Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam membangun ekosistem sepak bola yang lebih terarah, termasuk rencana pembentukan akademi sepak bola untuk mencetak pemain-pemain potensial dari Batam dan daerah sekitar.
Persiapan festival dimulai melalui technical meeting yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djamy Francis, bersama panitia dan perwakilan klub peserta di Hall IT Centre BP Batam, Rabu (22/7).
Fary mengatakan, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi bagian dari upaya membangun budaya sepak bola di Batam sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya kompetisi sepak bola. Ini sebuah gerakan untuk menghidupkan sepak bola di Batam. Kalau sepak bola hidup, saya kira perekonomian, UMKM, hingga pariwisata juga akan ikut tumbuh,” kata Fary.
Menurut dia, pembinaan sepak bola harus dimulai sejak usia dini agar Batam memiliki pemain yang mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, festival akan dimulai dari kelompok usia U-8, U-10, dan U-12 sebagai fondasi pembinaan pemain muda.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Batam Grassroot Football Festival kategori U-8, U-10, dan U-12 pada 7–9 Agustus 2026 di Stadion Temenggung Abdul Jamal.
Selanjutnya, Batam Grassroot Football International digelar pada 14–16 Agustus 2026 di Stadion Gelora Citra Mas dengan menghadirkan klub dari luar negeri.
Puncak kegiatan berlangsung melalui Batam International Football Series pada 22–23 Agustus 2026. Empat klub akan ambil bagian, yakni Batam Premier FC, Geylang International FC dari Singapura, Garudayaksa FC dari Indonesia, serta Indera FC dari Brunei Darussalam. Keempat tim tersebut akan bertanding dengan sistem gugur hingga menghasilkan juara.
Siapkan Akademi Sepak Bola
Fary menjelaskan, penyelenggaraan festival ini menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama BP Batam dengan Garudayaksa FC yang baru promosi ke Liga 1 Indonesia.
Melalui kerja sama tersebut, BP Batam berencana membangun akademi sepak bola di Batam sebagai pusat pembinaan pemain muda.
“Kami akan mencari pemain-pemain potensial dari Batam maupun daerah sekitar. Setelah diseleksi, mereka akan dibina melalui akademi agar benar-benar dipersiapkan menjadi pemain profesional,” ujarnya.
Menurutnya, sistem akademi memiliki pola pembinaan yang lebih jelas dibandingkan sekolah sepak bola biasa karena didukung kurikulum, pelatih, serta jenjang kompetisi yang terstruktur.
Selain klub peserta, festival tersebut juga akan menghadirkan sejumlah legenda sepak bola Indonesia yang tergabung dalam Football Indonesia Forever. Beberapa mantan pemain Tim Nasional Indonesia era 1980-an dijadwalkan hadir sebagai tamu kehormatan dan mengikuti laga persahabatan bersama legenda sepak bola Batam.
Pelatih nasional Rahmad Darmawan juga direncanakan hadir untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Dorong Sport Tourism Batam
Fary mengatakan, festival ini memiliki misi lebih luas, yakni memperkuat hubungan olahraga di kawasan Batam-Johor-Singapura-Brunei.
Menurutnya, posisi geografis Batam yang dekat dengan negara tetangga menjadi modal besar untuk menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional.
“Batam memiliki peluang besar menjadi panggung baru sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Kita ingin membangun persahabatan melalui sepak bola,” katanya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, BP Batam juga menggandeng pelaku UMKM agar membuka stan selama pertandingan berlangsung. Selain itu, kerja sama dilakukan dengan perusahaan pelayaran dan operator kapal untuk memberikan kemudahan transportasi bagi peserta maupun tamu dari luar daerah dan luar negeri.
Seluruh pertandingan dapat disaksikan masyarakat secara gratis. BP Batam berharap festival tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melahirkan pemain muda berkualitas, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi hingga pariwisata.
“Harapan kami, Batam bukan hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga menjadi kota yang mampu melahirkan pemain sepak bola profesional sekaligus menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional,” ujarnya. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK
