Buka konten ini

BATAM (BP) – Kepercayaan investor terhadap Batam sebagai pusat manufaktur kawasan terus menguat. Perusahaan teknologi asal Tiongkok, DBG Technology Co., Ltd., resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur PT DBG Technology Indonesia di Panbil Industrial Estate, Batam, Senin (20/7).
Kehadiran pabrik tersebut menambah daftar perusahaan elektronik global yang menjadikan Batam sebagai basis produksi untuk menjangkau pasar internasional. Fasilitas ini akan memproduksi berbagai perangkat dan modul elektronik untuk kebutuhan sistem kendali industri, elektronik otomotif, bangunan pintar (smart building), hingga teknologi kendaraan cerdas (smart vehicle technology).
Investasi DBG Technology juga menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas jaringan manufaktur di Asia Tenggara.
Chief Operating Officer DBG Technology Co., Ltd., Zhi Biao Su, mengatakan pembukaan fasilitas produksi di Batam merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas manufaktur global perusahaan sekaligus mendekatkan rantai pasok dengan pasar Asia.
Menurut dia, pabrik di Batam bukan hanya fasilitas produksi baru, tetapi menjadi awal pengembangan pusat manufaktur regional.
“Pembukaan fasilitas ini bukan akhir dari sebuah proses, tetapi awal dari babak baru. Kami ingin mengembangkan DBG Indonesia menjadi salah satu pusat manufaktur utama di Asia Tenggara,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menilai keputusan DBG Technology memilih Batam menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kawasan industri di kota tersebut.
Menurut Fary, investor yang masuk ke Batam tidak hanya melihat lokasi pembangunan pabrik, tetapi juga mempertimbangkan kemitraan jangka panjang dalam mengembangkan bisnis.
“DBG tidak hanya memilih lokasi untuk membangun pabrik. DBG telah memilih Batam sebagai partner for growth, mitra untuk bertumbuh, berekspansi, dan terhubung dengan pasar global,” kata Fary.
Ia mengatakan Batam kini menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan investasi dan industri nasional. Dukungan pemerintah terhadap Batam, menurutnya, menjadi peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, BP Batam berkomitmen memperkuat pelayanan investasi agar berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha dapat segera ditangani.
Fary menyebut BP Batam kini membuka layanan investasi selama 24 jam melalui platform digital Invest in Batam maupun komunikasi langsung dengan jajaran pimpinan BP Batam.
“Investor tidak boleh menunggu pemerintah. Pemerintahlah yang harus bergerak cepat mengikuti kebutuhan investor. Ketika investor menghadapi kendala, BP Batam harus hadir, merespons, dan memastikan ada jalan keluar,” ujarnya.
Menurut dia, kecepatan pelayanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing Batam dibandingkan kawasan industri lain di Asia Tenggara.
“Komitmen kami jelas, You invest, we support. You grow, Batam grows with you. Di Batam, investor tidak berjalan sendiri,” katanya.
BP Batam berharap investasi DBG Technology tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi tahap awal. Perusahaan tersebut diharapkan terus memperluas kapasitas manufaktur, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta memperkuat posisi Batam dalam rantai produksi global. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK
