Buka konten ini

PENGESAHAN Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (UU PFII) membuka peluang baru bagi Batam untuk naik kelas menjadi pusat keuangan internasional. Momentum ini langsung disambut Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kepri, KADIN Kota Batam, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepri dengan menyiapkan kajian awal atau policy brief yang akan diajukan kepada pemerintah pusat.
Ketua ISEI Cabang Batam, Suyono Saputra, mengatakan Batam memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi Batam International Financial Centre (BIFC), kawasan keuangan berstandar global yang mampu bersaing dengan pusat-pusat finansial dunia.
”Ini kesempatan bagi Batam menjadi Dubai-nya Indonesia di wilayah barat dan berkembang menjadi pusat keuangan global. ISEI Batam bersama KADIN Kepri, KADIN Batam, dan OJK Kepri akan menyampaikan usulan kepada pemerintah terkait hal tersebut,” ujarnya, Kamis (23/7).
Menurut Suyono, dibandingkan daerah lain di Indonesia, Batam memiliki keunggulan yang sulit ditandingi. Selain telah berstatus sebagai Free Trade Zone (FTZ) dengan berbagai insentif fiskal, Batam juga menjadi basis industri manufaktur elektronik, galangan kapal, pusat data (data center), hingga industri penunjang migas.
”Batam memiliki ekosistem yang lengkap. Infrastruktur, kedekatan dengan Singapura dan Malaysia, serta kemudahan investasi menjadi nilai tambah yang sangat besar untuk membangun kawasan keuangan internasional,” katanya.
Ia menjelaskan, rencana tersebut sudah dibahas bersama OJK Kepri dan KADIN. Dalam waktu dekat, mereka akan merampungkan policy brief sebagai dasar pengajuan resmi kepada Presiden RI, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia, serta BP Batam.
ISEI juga akan berkoordinasi dengan BP Batam yang diproyeksikan menjadi pengelola kawasan keuangan internasional tersebut.
”Saya yakin semua pihak akan mendukung karena ini merupakan langkah strategis untuk membawa Batam menjadi kawasan ekonomi yang lebih maju, modern, dan berdaya saing global,” tegasnya.
Ketua KADIN Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat, menilai pengesahan UU PFII merupakan momentum yang tidak boleh disia-siakan.
Menurutnya, Batam memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat keuangan internasional seperti Dubai maupun Singapura.
”Saya pikir ini menjadi momentum bagi Batam dan KADIN Batam mendukung usulan menjadikan Batam sebagai pusat keuangan internasional seperti Dubai dan Singapura,” ujarnya.
Berdasarkan analisis awal ISEI Batam, pembentukan Batam International Financial Centre (BIFC) berpotensi menarik pengelolaan dana global hingga USD100 miliar atau sekitar Rp1.500 triliun dari sekitar 200 perusahaan keuangan internasional yang diperkirakan dapat beroperasi di Batam.
Tak hanya memperkuat sektor jasa keuangan, kawasan tersebut juga diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 50.000 lapangan kerja profesional dengan tingkat pendapatan tinggi (high-grade salary).
Selain itu, keberadaan BIFC diyakini akan mendorong peningkatan kualitas institusi pendidikan, lahirnya tenaga kerja berstandar internasional, serta tumbuhnya berbagai sektor pendukung seperti jasa hukum, akuntansi, teknologi finansial (fintech), konsultan keuangan, hingga bisnis lokal.
Sebagai informasi, DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (RUU PFII) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna, Selasa (21/7).
UU tersebut menjadi dasar hukum pembentukan kawasan pusat keuangan internasional yang dirancang sebagai ekosistem keuangan modern, kompetitif, dan berstandar global.
Regulasi itu mengakomodasi berbagai aktivitas sektor keuangan, mulai dari perbankan, pasar modal, asuransi, keuangan syariah, bursa karbon, pasar valuta asing, family office, modal ventura, dana pensiun, hingga inovasi teknologi keuangan. Di sisi lain, sektor penunjang seperti akuntan publik, notaris, konsultan hukum, konsultan keuangan, dan profesi pendukung lainnya juga menjadi bagian dari ekosistem kawasan tersebut.
Dengan hadirnya payung hukum ini, kalangan pelaku usaha dan ekonom di Batam optimistis kota industri tersebut memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi salah satu pusat keuangan internasional baru di Asia Tenggara. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI
