Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Euforia Piala Dunia 2026 akan terasa berbeda bagi masyarakat Kecamatan Sekupang. Pertandingan perempat final antara Argentina melawan Swiss akan disaksikan bersama dalam kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di kawasan wisata Lembah Pelangi, Kelurahan Tanjung Pinggir, Minggu (12/7). Mengusung konsep wisata alam terbuka, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang menikmati atmosfer sepak bola sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Nobar yang digagas Panitia Nobar Kecamatan Sekupang tersebut tidak hanya berfokus pada pertandingan di lapangan hijau. Panitia juga ingin menghadirkan pengalaman berbeda dengan memadukan antusiasme Piala Dunia bersama suasana alam yang asri, sehingga masyarakat dapat menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.
Pengelola Lembah Pelangi, Odit Kuswar Lubis, mengatakan konsep tersebut sengaja dipilih agar masyarakat memiliki alternatif menonton pertandingan selain di rumah, kafe, maupun pusat keramaian.
“Kami ingin nobar ini menjadi ajang silaturahmi warga. Masyarakat bisa datang bersama keluarga, bertemu tetangga, menikmati suasana alam, lalu menyaksikan pertandingan bersama. Jadi bukan hanya soal sepak bolanya, tetapi juga kebersamaan yang terbangun,” ujarnya.
Menurut Odit, Lembah Pelangi menawarkan nuansa hutan alami dengan pepohonan yang rimbun, udara sejuk, serta kontur perbukitan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Lingkungan yang masih asri membuat masyarakat dapat menikmati pertandingan dalam suasana santai dan berbeda dari biasanya.
Selain itu, kawasan wisata tersebut juga dilengkapi berbagai spot foto serta area terbuka yang ramah untuk keluarga. Anak-anak dapat bermain dengan leluasa, sementara orang tua menikmati panorama alam sambil menyaksikan pertandingan bersama warga lainnya.
“Bagi keluarga yang datang, ini bisa menjadi paket lengkap. Anak-anak bisa rekreasi, orang tua menikmati suasana alam sekaligus menonton pertandingan. Setelah nobar selesai, pengunjung masih bisa berjalan-jalan menikmati keindahan Lembah Pelangi,” katanya.
Tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, Lembah Pelangi juga kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas luar ruang seperti trekking ringan, olahraga, hingga bersantai menikmati panorama hijau. Kondisi tersebut dinilai menjadi nilai tambah yang membuat kegiatan nobar terasa lebih menarik.
Odit berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang memperkuat kebersamaan masyarakat Sekupang. Menurutnya, sepak bola selalu memiliki daya tarik untuk menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang.
“Harapan kami, masyarakat pulang bukan hanya membawa keseruan pertandingan, tetapi juga membawa kebahagiaan karena bisa berkumpul, bersilaturahmi, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga di alam terbuka,” tuturnya.
Antusiasme masyarakat pun mulai terlihat. Salah seorang warga Sekupang, Andi Saputra, mengaku sengaja mengajak istri dan kedua anaknya menghadiri nobar di Lembah Pelangi karena konsep yang ditawarkan berbeda dibandingkan menonton pertandingan di rumah ataupun di kafe.
“Kalau di sini anak-anak juga bisa bermain dan menikmati alam. Sementara kami orang tua bisa nonton bola bersama warga lain. Jadi sekali jalan bisa rekreasi sekaligus menikmati pertandingan Piala Dunia,” ujarnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
