Buka konten ini

BINTAN (BP) – PT Pelni Cabang Tanjungpinang mengimbau masyarakat untuk membeli tiket kapal melalui kanal resmi guna menghindari praktik percaloan yang merugikan calon penumpang.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan calon penumpang rute Kijang–Natuna yang mengaku kesulitan mendapatkan tiket karena kuota yang cepat habis saat penjualan dibuka secara daring.
Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan adanya transaksi di luar sistem resmi perusahaan.
“Harapan kita semua tentunya tidak ada lagi pembelian di luar kanal resmi Pelni. Kami tidak menginginkan ada praktik demikian,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Ia meminta masyarakat memanfaatkan aplikasi resmi Pelni Mobile yang telah menyediakan berbagai kanal pembayaran untuk kemudahan pembelian tiket.
“Selalu gunakan aplikasi Pelni Mobile untuk pembelian tiket guna menghindari iming-iming tiket murah,” tambahnya.
Putra menjelaskan, kuota tiket kapal memang sering cepat habis karena penjualan dibuka serentak dan diakses oleh banyak pengguna yang sudah terdaftar dalam sistem.
Menurutnya, penjualan tiket juga dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kapasitas kapal serta alokasi dari pelabuhan sebelumnya.
Sebelumnya, sejumlah calon penumpang rute Kijang–Natuna mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket meski telah memantau aplikasi sejak malam hari. Tiket diketahui langsung habis dalam hitungan waktu singkat saat penjualan dibuka pada Minggu (28/6/2026) dini hari.
Salah seorang calon penumpang, Muhammad Thoyib, menduga kondisi tersebut berkaitan dengan praktik pemborongan tiket oleh pihak tertentu, terlebih di tengah adanya promo diskon 30 persen selama periode libur sekolah.
“Kalau memang ada yang memborong tiket, kami sebagai calon penumpang jadi kesulitan mendapatkan tiket,” ujarnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : Putut Ariyo
