Buka konten ini

BATAM (BP) – Partai Gerindra menegaskan hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap harmonis dan saling melengkapi dalam menjalankan roda pemerintahan. Publik pun diminta tidak mendramatisasi berbagai isu yang beredar terkait hubungan keduanya.
Ketua DPP Partai Gerindra Bambang Haryadi mengatakan, isu mengenai keretakan hubungan Prabowo dan Gibran yang muncul setelah keduanya tidak duduk berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna beberapa waktu lalu tidak berdasar. Menurutnya, pengaturan tempat duduk semata-mata karena kebutuhan teknis pelaksanaan sidang.
”Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak,” kata Bambang di Jakarta, Rabu (22/7).
Ia menuturkan, selama ini Presiden Prabowo selalu memberikan ruang kepada Gibran untuk menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Salah satunya dengan menugaskan wakil presiden berkeliling ke berbagai daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus meninjau pelaksanaan program-program pemerintah.
”Itu bentuk kekompakan yang nyata antara Pak Presiden dengan Mas Wapres,” ujarnya.
Bambang pun meminta masyarakat tidak berspekulasi berlebihan mengenai hubungan keduanya. Ia menegaskan, Presiden dan Wakil Presiden saling melengkapi dalam memimpin pemerintahan.
”Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya dengan memframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh,” ujar Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI tersebut.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan posisi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak duduk berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP), Senin (20/7), semata-mata karena kebutuhan teknis pelaksanaan sidang.
Menurut Prasetyo, pengaturan tempat duduk tersebut berkaitan dengan kebutuhan Presiden Prabowo saat menyampaikan pemaparan sejumlah program pemerintah yang didukung data-data dan penggunaan alat bantu teleprompter selama sidang berlangsung.
”Karena beliau (Presiden Prabowo) ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kalau saudara-saudara perhatikan, banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data. Karena itu, kemarin beliau menggunakan alat bantu berupa teleprompter. Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan mengenai lay out,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7). (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR
