Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Ketidakpastian merupakan bagian dari kehidupan yang hampir tidak bisa dihindari. Situasi yang belum jelas sering kali memunculkan rasa cemas, khawatir, bahkan membuat seseorang merasa kehilangan arah saat harus mengambil keputusan.
Tidak sedikit orang mencoba mengatasi kondisi tersebut dengan terus memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi. Namun, kebiasaan berpikir berlebihan justru dapat memperbesar kecemasan dan membuat semakin sulit menentukan langkah yang tepat.
Alih-alih berusaha mengendalikan segala sesuatu yang berada di luar kendali, pende-katan yang lebih efektif adalah membangun pola pikir yang sehat dalam menyikapi ketidakpastian. Dengan cara ini, seseorang dapat tetap tenang, berpikir lebih jernih, dan menghadapi tantangan tanpa larut dalam kekhawatiran.
Salah satu langkah yang dapat diterapkan adalah menggunakan self-talk atau dialog positif dengan diri sendiri. Kalimat-kalimat ini bukan sekadar afirmasi, melainkan pengingat yang membantu mengelola emosi, menjaga fokus, serta mendorong tindakan yang lebih rasional ketika menghadapi situasi yang tidak menentu.
Dirangkum dari Psychology Today, berikut empat frasa self-talk yang dapat membantu Anda menghadapi ketidakpastian hidup dengan lebih tenang dan percaya diri.
1. Apa pun Informasi yang Saya Terima, Saya Tetap Bisa Memilih Langkah Saya Berikutnya
Ketika Anda merasa takut menerima kabar buruk baik dari hasil tes, pekerjaan, atau hubungan dan frasa ini mengingatkan bahwa Anda masih memiliki kendali.
Informasi apa pun yang muncul bukan akhir dari segalanya, melainkan titik tolak untuk menentukan arah yang tepat. Dengan cara ini, Anda mengurangi kecenderungan untuk menolak atau menghindari informasi penting hanya karena takut.
Frasa ini memperkuat kesadaran bahwa keputusan tetap ada di tangan Anda. Anda punya kuasa untuk memilih, bereaksi, dan melangkah.
Anda tidak lagi melihat informasi sebagai ancaman, melainkan sebagai bekal untuk bertindak dengan bijak dan terarah.
2. Hasilnya Bisa Lebih Baik atau Buruk dari yang Saya Bayangkan
Saat menghadapi ketidakpastian, pikiran cenderung terfokus pada kemungkinan terburuk. Frasa ini membantu menyeimbangkan perspektif Anda, tanpa terjebak pada optimisme yang tidak realistis.
Alih-alih menghindar dari kenyataan atau memaksakan diri untuk ‘berpikir positif’, Anda diajak untuk mengakui bahwa hasil selalu memiliki dua sisi: bisa jadi lebih buruk, tapi bisa juga lebih baik.
Kesadaran ini meringankan tekanan batin saat menanti hasil dari suatu proses. Berpikir seimbang seperti ini membantu Anda menjaga ketenangan. Anda tidak perlu menebak-nebak secara berlebihan, cukup siapkan diri untuk berbagai kemungkinan sambil tetap bertindak sesuai porsi kendali Anda.
3. Saya Bisa Mengontrol Tindakan Saya, Bukan Hasinya atau Respons Orang Lain
Frasa ini sangat membantu saat Anda merasa cemas terhadap reaksi orang lain atau tidak yakin dengan hasil dari usaha Anda. Anda diajak fokus pada bagian yang bisa dikendalikan, bukan terjebak pada hal-hal di luar kendali.
Dengan membedakan antara proses dan hasil, Anda bisa merancang langkah konkret seperti latihan, evaluasi, atau komunikasi yang baik tanpa dibebani ekspektasi mutlak.
Frasa ini membantu Anda menetapkan batas sehat antara usaha dan penerimaan. Fokus pada tindakan yang nyata dan spesifik juga membuat Anda lebih produktif. Anda bisa langsung bergerak, bukan hanya terjebak dalam pikiran dan kekhawatiran yang berulang.
4. Keputusan yang Baik Belum Tentu Menghasilkan Hasil yang Baik, Begitu juga Sebaliknya
Sering kali, kita menganggap bahwa keputusan yang bijak pasti akan berbuah baik. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Frasa ini membantu Anda melepaskan keterikatan antara proses dan hasil secara mutlak. Dengan memahami bahwa hasil tidak selalu mencerminkan kualitas keputusan, Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri saat sesuatu berjalan tidak sesuai harapan. Anda juga tidak terbuai oleh keberuntungan yang mungkin datang dari keputusan impulsif. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI
