Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Belum pulihnya sistem kelistrikan PLN di Pulau Karimun mulai berdampak pada sektor pendidikan. Sebanyak 37 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP terpaksa memberlakukan libur fakultatif karena pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, mengatakan kebijakan tersebut telah disampaikan kepada seluruh sekolah terdampak sejak Selasa (21/7).
”Mulai dari PAUD, TK, Kelompok Bermain (KB), SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Jika terdampak pemadaman, maka diberlakukan libur fakultatif. Pertimbangannya bukan hanya kondisi listrik di sekolah, tetapi juga di lingkungan tempat tinggal para siswa,” ujar Grandy kepada Batam Pos, Rabu (22/7).
Ia menjelaskan, pada Rabu (22/7) terdapat 37 sekolah yang menerapkan libur fakultatif. Rinciannya, 29 SD negeri dan swasta serta delapan SMP negeri. Sebagian besar sekolah tersebut berada di Kecamatan Meral, Tebing, dan Meral Barat.
Meski berstatus libur fakultatif, kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung dari rumah. Guru memberikan materi maupun tugas kepada siswa sehingga proses pembelajaran tetap berjalan.
”Libur fakultatif bukan berarti tidak belajar. Guru tetap memberikan tugas yang harus dikerjakan siswa di rumah. Dengan begitu, proses pembelajaran tetap berlangsung dan jam mengajar guru juga tetap terpenuhi,” jelas Grandy.
Menurutnya, kebijakan libur fakultatif juga masih diberlakukan pada Kamis (23/7), menyesuaikan kondisi pasokan listrik yang belum sepenuhnya pulih.
Sebelumnya, sistem kelistrikan di Pulau Karimun mengalami gangguan beruntun. Setelah gangguan di PLTU berhasil diatasi, muncul gangguan baru di PLTD Bukit Carok, Kecamatan Tebing, akibat gardu lemari pembagi jaringan terbakar. Kondisi tersebut menyebabkan Pulau Karimun sempat mengalami pemadaman total (blackout).
Untuk mempercepat pemulihan, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungbalai Karimun mendatangkan teknisi dari Tanjungpinang dan Pekanbaru. Selain itu, sejumlah peralatan pengganti juga didatangkan dari luar daerah, di antaranya dari Tanjungpinang dan Dumai.
Pada Rabu siang, sebagian peralatan telah tiba menggunakan kapal carter sehingga proses perbaikan dapat dipercepat. Pasokan listrik mulai berangsur pulih meski belum normal sepenuhnya. PLN memperkirakan sistem kelistrikan di Pulau Karimun baru kembali normal pada Jumat (24/7). (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY
