Buka konten ini

BATAM (BP) – Sebagai media pertama dan terbesar di Kepulauan Riau, Batam Pos menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan terverifikasi kepada masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi jajaran Batam Pos dengan PT Pertamina Patra Niaga di kantor perusahaan tersebut di Batam Centre, Rabu (22/7).
Rombongan Batam Pos dipimpin Direktur Yusuf Hidayat, didampingi Pemimpin Redaksi Fiska Juanda serta Manajer Iklan Agus Triono. Kehadiran mereka disambut Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau Bagus Handoko bersama Sales Branch Manager Fuel Hanafi.
Pemimpin Redaksi Batam Pos, Fiska Juanda, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus bertukar informasi mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
”Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus bertukar informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Juanda, derasnya arus informasi di media sosial menuntut masyarakat lebih selektif dalam menerima setiap informasi yang beredar. Tidak sedikit informasi yang belum terverifikasi menyebar dengan cepat dan berpotensi membentuk persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
”Informasi yang beredar luas belum tentu semuanya benar. Karena itu, tugas media adalah melakukan pengecekan dan konfirmasi sebelum menyampaikannya kepada publik,” katanya.
Ia menegaskan, Batam Pos siap menjadi mitra dalam menyebarluaskan informasi yang benar kepada masyarakat, khususnya ketika muncul isu-isu terkait bahan bakar minyak (BBM). Namun, informasi teknis mengenai pasokan, distribusi, maupun kebijakan BBM tetap harus disampaikan oleh pihak yang memiliki kewenangan.
”Kami siap membantu menyebarkan informasi yang benar. Ketika ada isu yang berkembang, kami akan melakukan konfirmasi kepada pihak terkait agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang sesuai fakta,” ujarnya.
Fiska menilai isu mengenai BBM merupakan salah satu informasi yang sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Informasi yang tidak akurat mengenai kelangkaan atau kenaikan harga dapat memicu kepanikan hingga mendorong masyarakat melakukan panic buying.
”Kalau informasi yang keliru terus berulang di media sosial, masyarakat bisa menganggapnya sebagai sebuah kebenaran. Karena itu, informasi harus dikembalikan kepada sumber yang berwenang,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa media sosial memiliki efek domino dalam penyebaran informasi. Satu informasi yang belum tentu benar dapat dikutip, diolah kembali, lalu disebarluaskan dalam berbagai bentuk sehingga semakin banyak orang mempercayainya.
”Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat membutuhkan media yang melakukan verifikasi, bukan hanya ikut menyebarkan informasi yang sedang ramai,” tambahnya.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau, Bagus Handoko, menyambut baik komitmen Batam Pos dalam mengedepankan verifikasi informasi. Menurutnya, pengelolaan pasokan BBM dilakukan melalui perencanaan yang matang, mulai dari perhitungan kebutuhan masyarakat, ketersediaan stok, pasokan dari kilang maupun impor, hingga proses distribusi ke daerah.
”Rantai pasok BBM harus direncanakan dengan baik karena kebutuhan masyarakat terus bergerak dan pasokan harus disiapkan sesuai perhitungan,” ujar Bagus.
Ia menjelaskan, Pertamina juga harus menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan efisiensi biaya penyimpanan. Karena itu, pengelolaan stok dilakukan secara terukur agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa menimbulkan pemborosan.
”Kami harus menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan kebutuhan di lapangan. Penyimpanan yang terlalu besar juga memiliki konsekuensi biaya,” katanya.
Bagus menambahkan, lonjakan permintaan BBM secara tiba-tiba sering kali dipicu oleh kepanikan masyarakat akibat informasi yang belum jelas kebenarannya.
”Permintaan yang melonjak secara mendadak bisa terjadi karena kepanikan masyarakat. Karena itu, informasi yang akurat sangat penting agar masyarakat tidak mengambil keputusan berdasarkan kabar yang belum pasti,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara Pertamina dan media massa memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar ketika muncul isu-isu terkait BBM.
”Kami berharap informasi yang berkaitan dengan BBM dapat disampaikan berdasarkan kondisi dan keterangan yang benar, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, kedua pihak juga menegaskan pentingnya membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Batam Pos akan tetap menjalankan fungsi jurnalistik dengan mengedepankan proses verifikasi dan konfirmasi, sementara Pertamina memberikan penjelasan teknis sesuai kewenangannya.
”Yang paling penting adalah masyarakat mendapatkan informasi yang jelas. Media melakukan konfirmasi, sementara pihak yang berwenang memberikan penjelasan sesuai bidangnya,” ujar Direktur Batam Pos, Yusuf Hidayat.
Yusuf berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga setiap informasi yang menyangkut kepentingan masyarakat dapat dikonfirmasi secara cepat dan tepat.
”Kami berharap komunikasi seperti ini terus terjalin dengan baik, sehingga ketika ada informasi yang perlu diketahui masyarakat, proses konfirmasinya dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Batam Pos menegaskan akan terus berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik dengan mengedepankan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga tetap menjadi sumber resmi dalam penyampaian informasi mengenai pasokan, distribusi, serta kebijakan BBM kepada masyarakat.
”Kami akan tetap berpegang pada prinsip jurnalistik dengan mengedepankan verifikasi dan konfirmasi agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” tutup Juanda. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
