Buka konten ini

BINTAN (BP) – Warga Kampung Banjar, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, kembali mengeluhkan kondisi Jalan Agro yang rusak parah. Jalan yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat itu dipenuhi lubang dan kerap tergenang air saat hujan, sehingga membahayakan pengendara.
Kerusakan jalan yang berada di depan Kantor Desa Gunung Kijang tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan yang menyeluruh.
”Sudah sangat lama jalan depan kantor desa rusak. Tidak ada perbaikan yang tuntas,” ujar warga, Maryana Waruwu, Selasa (21/7).
Karena tak kunjung diperbaiki, Maryana mengaku meluapkan keluhannya melalui media sosial. Menurutnya, kondisi jalan tersebut sangat mengganggu aktivitas warga, terutama saat mengantar dan menjemput anak sekolah.
”Kami tidak sedang mencari sensasi. Ini keluh kesah kami sebagai masyarakat biasa. Tiap hari kami antar-jemput anak sekolah lewat jalan ini. Tolonglah Pak Bupati, perhatikan jalan kami,” katanya.
Maryana menuturkan, perbaikan terakhir dilakukan sekitar setahun lalu melalui pekerjaan semenisasi. Namun, pengerjaannya hanya mencakup beberapa meter sehingga tidak mampu mengatasi kerusakan secara keseluruhan.
Akibatnya, kondisi Jalan Agro kembali rusak dan kini semakin parah.
Keluhan serupa disampaikan Roni, salah seorang pekerja yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Ia mengatakan banyaknya lubang dan genangan air membuat pengendara harus ekstra waspada.
”Jalannya banyak lubang. Kalau hujan tergenang air, jadi pengendara harus benar-benar hati-hati,” ujarnya.
Menurut Roni, genangan air sering menutupi lubang sehingga pengendara tidak dapat memperkirakan kondisi jalan.
”Kalau hujan, airnya penuh. Lubangnya jadi tidak kelihatan sama sekali,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara menyeluruh agar Jalan Agro kembali aman dan nyaman dilalui masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Bintan, Wan Affandi, mengatakan ruas Jalan Agro telah masuk dalam daftar usulan prioritas pembangunan tahun 2027.
”Kami sudah mengusulkannya melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK). Mudah-mudahan usulan itu disetujui dan bisa dikerjakan tahun depan,” ujar Wan Affandi. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY
