Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pemerintah menyiapkan dua ruas jalan tol di Pulau Jawa sebagai lokasi uji coba pendaratan dan lepas landas jet tempur dalam kondisi darurat. Langkah itu merupakan bagian dari upaya menjadikan infrastruktur jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga mendukung kebutuhan pertahanan negara.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan dua ruas yang sedang dipersiapkan ialah Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan dan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi).
“Ada beberapa ruas jalan tol yang memang kita diamanatkan untuk bisa dipakai pendaratan jet tempur manakala dalam kondisi darurat,” kata Dody di Jakarta, Rabu (22/7).
Sebelumnya, pemerintah telah berhasil menggelar uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka).
Menurut Dody, keberhasilan uji coba tersebut mendorong Kementerian Pertahanan mengusulkan lokasi serupa di ruas tol lain, termasuk Tol Sigli–Banda Aceh.
Ia menjelaskan, tidak semua ruas jalan tol dapat difungsikan sebagai landasan darurat karena harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis, seperti panjang lintasan, kekuatan konstruksi, hingga minimnya hambatan berupa overpass maupun fasilitas lain yang dapat mengganggu manuver pesawat.
“Kalau berhasil memenuhi seluruh persyaratan, sertifikat laik fungsi jalan tol juga bisa ditingkatkan karena memiliki fungsi tambahan untuk mendukung pertahanan negara,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai keberhasilan uji coba di Tol Terpeka membuktikan bahwa infrastruktur nasional dapat dirancang memiliki fungsi ganda.
Menurut AHY, sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas, Indonesia membutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung mobilitas sipil sekaligus kesiapsiagaan pertahanan apabila terjadi kondisi darurat.
Ia menegaskan, perencanaan pembangunan infrastruktur ke depan harus memperhatikan aspek multifungsi sehingga mampu memberikan manfaat lebih luas bagi kepentingan nasional. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK
