Buka konten ini

BATAM (BP) – Penumpang kapal RoRo rute Pelabuhan Mengkapan, Kabupaten Siak, menuju Batam mempertanyakan adanya perbedaan harga dalam satu lembar tiket yang dibelinya secara langsung di pelabuhan. Selisih sekitar Rp2.000 itu membuat penumpang bingung karena dalam tiket tercantum dua nominal berbeda.
Dalam tiket tersebut tercatat harga Rp124.700 dan Rp126.700. Namun, penumpang diketahui membayar Rp126.700 saat melakukan pembelian secara langsung (offline) di loket pelabuhan.
“Di dalam tiket beli offline ada dua harga. Saya bayar Rp126.700 per penumpang,” ungkapnya, kemarin.
Abdul mengaku heran dengan munculnya dua harga dalam satu lembar tiket tersebut. Ia juga menyoroti belum adanya sistem pembelian tiket secara daring seperti yang telah diterapkan di Pelabuhan RoRo Batam.
Menurutnya, sistem pembelian tiket yang masih dilakukan secara langsung di pelabuhan cukup menyulitkan penumpang, terlebih bagi mereka yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan tiket.
“Untuk dapat tiket itu saya harus antre setelah menempuh perjalanan sekitar empat jam dari Pekanbaru. Menurut saya ini cukup menyulitkan karena tidak ada kepastian tiket tersedia atau tidak,” ujarnya.
Ia juga menilai ketidakpastian ketersediaan tiket menjadi persoalan tersendiri, terutama bagi pengguna kendaraan. Berdasarkan informasi yang ia terima di lapangan, tidak sedikit kendaraan yang tertahan karena kuota penyeberangan telah habis.
“Ada yang bilang sudah dua hari di sana karena kendaraan mereka belum bisa menyeberang. Tiketnya sudah habis,” katanya.
Abdul turut menyoroti kondisi di dalam kapal yang dinilainya cukup padat. Ia menyebut sejumlah penumpang terpaksa duduk di lorong kapal selama perjalanan karena keterbatasan tempat duduk.
“Saya lihat banyak penumpang yang duduk di lorong-lorong kapal. Kasihan juga,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, General Manager ASDP Batam, Reno Yulianto, menjelaskan bahwa selisih harga yang dipertanyakan penumpang merupakan bagian dari komponen asuransi yang melekat dalam tiket penyeberangan.
“Perbedaan harga itu termasuk biaya asuransi penumpang sebesar Rp2.000. Jadi bukan ada perbedaan tarif, melainkan komponen asuransi yang memang sudah menjadi bagian dari tiket,” jelas Reno.
Ia menambahkan, sistem pembelian tiket secara offline masih diterapkan di beberapa daerah di luar Batam. Sementara itu, di Batam pembelian tiket kapal RoRo telah wajib dilakukan secara daring melalui aplikasi Ferizy.
“Di beberapa daerah provinsi lain masih ada pembelian tiket secara langsung di loket. Namun untuk Batam sudah melalui aplikasi Ferizy,” ujarnya. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO