Buka konten ini

Ilustrasi – Seorang wanita berlindung di bawah payung saat gelombang panas terus berlanjut di London, Inggris (1/7/2025). Foto: ANTARA/Xinhua/aa.ISTANBUL (BP) – Pemerintah Prancis menetapkan status siaga merah atau tingkat kewaspadaan tertinggi gelombang panas di 35 wilayah pada Minggu (21/6). Sementara itu, 45 wilayah lainnya masih berada dalam status siaga oranye seiring suhu udara yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Mengutip laporan RTL, badan meteorologi nasional Prancis, Meteo-France, memperkirakan suhu di sejumlah daerah dapat mencapai 41 derajat Celsius pada Minggu dan berpotensi lebih tinggi lagi pada Senin (22/6).
Bahkan, suhu rata-rata nasional diperkirakan dapat menyamai rekor suhu harian tertinggi yang pernah tercatat di Prancis, tanpa memandang musim.
Di wilayah yang berstatus siaga merah, suhu maksimum diprediksi berada pada kisaran 40 hingga 42 derajat Celsius.
Meteo-France memperingatkan gelombang panas ini kemungkinan akan bertahan hingga sebagian besar pekan depan. Suhu tinggi pada siang maupun malam hari diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga Kamis.
Selain ancaman kesehatan akibat suhu ekstrem, pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan. Empat wilayah telah ditetapkan dalam status risiko kebakaran tinggi pada Minggu dan jumlah tersebut diperkirakan bertambah menjadi 11 wilayah pada Senin.
Otoritas Prancis bahkan belum menutup kemungkinan memperluas status siaga merah ke wilayah lain apabila kondisi cuaca terus memburuk.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah melarang konsumsi alkohol di tempat umum pada wilayah yang berstatus siaga merah. Kepolisian Paris juga menambah patroli di kawasan sungai untuk mencegah insiden tenggelam serta melarang sejumlah kegiatan yang tidak mendapat izin di sepanjang Sungai Seine.
Sebanyak 4.800 personel polisi dan gendarmerie, serta 2.500 petugas pemadam kebakaran, dikerahkan di Paris dan wilayah sekitarnya untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut.
Gelombang panas yang melanda Prancis juga dikaitkan dengan sejumlah kasus kematian akibat tenggelam.
Layanan darurat setempat melaporkan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun meninggal dunia setelah terseret arus di Sungai Dordogne, wilayah barat daya Prancis, pada Sabtu (20/6) malam.
Kasus serupa juga terjadi di Pantai Dunkirk, bagian utara Prancis, yang menewaskan seorang remaja berusia 16 tahun. Sementara dua remaja lainnya dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Doubs, wilayah timur Prancis, pada Jumat.
Di sektor transportasi, operator kereta api nasional Prancis SNCF mengaktifkan langkah-langkah darurat untuk menjaga operasional layanan di tengah suhu ekstrem.
“Kami sepenuhnya siap menghadapi kondisi ini dan memastikan lalu lintas kereta tetap berjalan senormal mungkin,” katanya. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY