Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Harga emas dunia dan logam mulia masih bergerak fluktuatif sepanjang pekan depan di tengah penguatan indeks dolar AS, dinamika geopolitik global, serta meningkatnya permintaan dari bank-bank sentral dunia.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan secara teknikal harga emas dunia ditutup pada level USD 4.155 per troy ons pada perdagangan terakhir. Sementara itu, harga logam mulia domestik ditutup di level Rp 2.668.000 per gram.
Menurutnya, apabila harga emas dunia mengalami koreksi pada awal pekan, level support pertama berada di USD 4.088 per troy ons dengan harga logam mulia diperkirakan turun ke Rp 2.648.000 per gram.
”Apabila harga emas dunia terkoreksi di hari Senin, kemungkinan besar support pertama itu di 4.088, logam mulianya di Rp2.648.000, jadi ada penurunan Rp20.000,” ujar Ibrahim dalam rekaman suara yang diterima, Minggu (21/6).
Jika tekanan berlanjut, ia memperkirakan support kedua berada di level USD 3.859 per troy ons dengan harga logam mulia berpotensi turun hingga Rp 2.550.000 per gram.
Sebaliknya, apabila harga emas kembali menguat, resistance pertama diproyeksikan berada di level USD 4.243 per troy ons dengan harga logam mulia mencapai Rp 2.688.000 per gram.
Sementara itu, resistance kedua diperkirakan berada di level USD 4.465 per troy ons dengan harga logam mulia mencapai Rp 2.790.000 per gram. ”Jadi disimpulkan bahwa harga emas dunia logam mulia sepekan ke depan adalah harga emas dunia di 3.859 itu support-nya, resistance-nya adalah di 4.465 dolar per troy ons. Kemudian untuk logam mulia sepekan itu adalah Rp 2.550.000, tertinggi itu Rp 2.790.000 per gram,” katanya.
Pembelian Emas Tetap Tinggi
Sementara itu, PT Pegadaian (Persero), mencatat aktivitas transaksi Tabungan Emas menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat sepanjang Juni 2026 ditengah fluktuasi harga emas dunia dan domestik.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan hingga 17 Juni 2026, volume pembelian secara konsisten berada di atas transaksi buyback.
“Volume pembelian (sale) secara konsisten berada di atas transaksi buyback, yang menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk menambah kepemilikan emas masih tetap terjaga,” ujar Selfie saat dikonfirmasi JawaPos, Minggu (21/6).
Selfie mengatakan, pada periode 10–11 Juni 2026, transaksi pembelian tercatat mencapai sekitar 39 ribu hingga 47 ribu gram per hari, menjadi salah satu titik tertinggi sepanjang bulan berjalan.
Sementara itu, transaksi buyback juga meningkat dan sempat mencapai sekitar 41 ribu hingga 45 ribu gram per hari, mencerminkan respons nasabah terhadap pergerakan harga emas yang masih fluktuatif.
Ia mengatakan, pola transaksi pada awal Juni menunjukkan bahwa masyarakat semakin aktif memanfaatkan momentum pergerakan harga emas. Meskipun terjadi fluktuasi harian yang cukup dinamis, volume pembelian tetap mampu mempertahankan posisi yang lebih tinggi dibandingkan volume buyback.
“Kondisi ini mengindikasikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang masih terjaga, sekaligus menunjukkan bahwa Tabungan Emas tetap menjadi pilihan investasi yang relevan di tengah ketidakpastian pasar,” ucapnya.
Lanjutnya, sepanjang tahun 2026, Tabungan Emas Pegadaian terus mencatatkan pertumbuhan yang positif baik dari sisi saldo maupun jumlah nasabah. Hingga akhir Mei 2026, saldo Tabungan Emas mencapai 20,15 ton, meningkat 17,81 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar 17,11 ton.
Dari sisi nasabah, jumlah nasabah aktif tercatat mencapai 6,14 juta nasabah, tumbuh 25,96 persen secara year-to-date (YtD). Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap investasi emas masih sangat tinggi dan Tabungan Emas tetap menjadi salah satu pilihan investasi. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI