Buka konten ini

BATAM (BP) – Puluhan peserta didik RA Shafa Botania Garden unjuk bakat dalam pentas seni bertajuk “Talented Kids Party” yang digelar meriah di Batam Centre, Minggu (21/6). Beragam penampilan seperti tari, nyanyian, hingga pertunjukan kreatif lainnya menjadi ajang bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil tumbuh kembang, kreativitas, dan rasa percaya diri yang telah diasah selama mengikuti pendidikan di RA Shafa.
Sorak dan tepuk tangan para orangtua serta tamu undangan mengiringi setiap penampilan anak-anak di atas panggung. Bagi mereka, pentas seni tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan momen penting untuk melihat perkembangan kemampuan dan karakter anak sejak menempuh pendidikan usia dini.
Kepala RA Shafa Botania Garden, Siti Hapsoh, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin sekolah sebagai wadah bagi peserta didik untuk menampilkan kemampuan yang telah dipelajari. Ia menegaskan, pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keberanian anak.
“Untuk anak usia dini, prestasi tidak hanya dilihat dari nilai seperti di jenjang SD hingga SMA. Melalui pentas seni ini, anak-anak memperlihatkan hasil tumbuh kembang mereka. Mereka belajar berani bernyanyi, menari, dan tampil percaya diri di depan banyak orang,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Siti menuturkan, perjalanan RA Shafa hingga saat ini tidak terlepas dari berbagai tantangan. Namun, seluruh proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan prestasi anak didik.
“Semua itu menjadi anugerah bagi kami dalam membentuk karakter dan prestasi anak-anak. Terima kasih kepada seluruh orangtua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada RA Shafa,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan pentas seni kali ini berbeda dengan acara pelepasan peserta didik angkatan ke-18 yang sebelumnya telah dilaksanakan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini difokuskan sepenuhnya untuk memberikan ruang bagi anak-anak menampilkan bakat dan hasil pembelajaran mereka.
“Untuk pelepasan sudah kami gelar di sekolah, dan ini khusus pentas seni,” sebut Siti.
Menurutnya, perkembangan anak-anak selama belajar di RA Shafa menjadi kebanggaan tersendiri bagi para guru. Banyak peserta didik yang awalnya masih bergantung pada orangtua, kini telah tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri.
“Awalnya ada anak yang belum bisa memakai sepatu sendiri, menyimpan barangnya dengan rapi, bahkan masih harus banyak dibantu. Alhamdulillah sekarang mereka sudah lebih mandiri, bisa memakai sepatu sendiri, membaca doa, melaksanakan salat, dan melakukan berbagai kebiasaan baik lainnya,” ungkapnya.
Siti berharap nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di RA Shafa, terutama pendidikan agama dan pembentukan karakter, dapat terus dipertahankan ketika anak-anak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Mudah-mudahan anak-anak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Yang paling penting, jangan sampai ketika masuk SD mereka melupakan nilai-nilai agama dan kebiasaan baik yang telah dipelajari di RA Shafa,” pesannya.
Sementara itu, Pembina Yayasan RA Shafa, Cecep Komaya, mengapresiasi keberanian seluruh peserta didik yang tampil dalam pentas seni tersebut. Menurutnya, rasa percaya diri yang ditunjukkan anak-anak merupakan hasil proses pembelajaran yang dilakukan secara konsisten oleh para guru.
Ia menambahkan, pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan di sekolah. Peran orangtua dinilai sangat penting dalam memastikan kebiasaan baik yang diajarkan di sekolah dapat terus diterapkan di rumah.
“Anak-anak harus mendapatkan pendidikan yang sejalan antara sekolah dan rumah. Apa yang sudah diajarkan guru harus terus dibiasakan oleh orangtua agar karakter, akhlak, dan nilai-nilai agama tetap melekat dalam kehidupan mereka,” ujar Cecep.
Melalui “Talented Kids Party”, RA Shafa berharap para peserta didik tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga memiliki keberanian, kemandirian, kreativitas, serta akhlak yang baik sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO