Buka konten ini

Pulau Bintan selalu menghadirkan kejutan. Menghadirkan destinasi ikonik mulai dari lanskap alam, hamparan gurun pasir, kearifan lokal, jejak sejarah dan budaya. Semua pesona itu akan menjadi pengalaman yang akan ditemui dalam satu photo trip istimewa.
MELALUI photo trip yang diinisiasi komunitas travel dan fotografi Mytrippix, keindahan destinasi ikonik Pulau Bintan, akan diabadikan melalui lensa kamera.
Selain itu, photo trip tersebut akan memperkenalkan sejumlah destinasi ikonik itu kepada khalayak luas lewat hasil karya fotografi.
Photo trip tersebut, tidak sekadar menjadi agenda berburu foto. Namun dirancang sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata di Pulau Bintan.
Penjelajahan destinasi ikonik itu juga bertujuan untuk mempromosikan kekayaan alam, sejarah, budaya dan kearifan lokal di Pulau Bintan.
Para pelancong atau peserta photo trip, akan diajak menyusuri sejumlah destinasi ikonik yang memiliki karakter dan daya tarik berbeda di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Photo trip tersebut dimulai pada 3 hingga 5 Juli 2026 mendatang. Perjalanan mulai dari Pulau Penyengat Tanjungpinang. Ikon wisata religi yang sarat sejarah dan menjadi pusat budaya Melayu.
Setelah itu, pelancong dan peserta photo trip, menuju destinasi wisata religi lainnya
yaitu Patung Seribu di Batu 13 Tanjungpinang.
Selanjutnya, peserta photo trip akan mengeksplorasi Gurun Pasir Busung, Kabupaten Bintan yang menghadirkan panorama tidak biasa di tengah Pulau Bintan.
Berikutnya, peserta photo triph akan mengabdikan momen kearifan lokal sekaligus menikmati suasana khas pesisir di Desa Berakit, Kabupaten Bintan.
Koordinator Mytrippix Albet Dzikri, mengatakan photo trip menjadi sarana memperlihatkan beragam wajah Pulau Bintan kepada pelancong domestik dan mancanegara.
”Photo trip ini menjadi sarana memperlihatkan beragam wajah destinasi ikonik di Pulau Bintan,” kata Albet, Minggu (14/6).
Menurutnya, photo trip tidak hanya tentang bagaimana menghasilkan foto-foto indah dan menarik, namun menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan.
Photo trip itu nantinya akan mempertemukan peserta dengan kehidupan masyarakat setempat, melihat budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini.
Selama perjalanan, peserta photo trip akan diberi kesempatan seluas-luasnya mengeksplorasi dan mengabadikan momen ekslusif dan berbagai sudut lanskap alam Pulau Bintan.
”Peserta photo trip juga diajak mengabadikan aktivitas keseharian masyarakat, suku laut, kearifan lokal hingga potensi wisata yang belum banyak dikenal,” ujar Albet.
Setiap destinasi ikonik itu, lanjut Albet, tentunya menawarkan cerita yang berbeda dan dapat menjadi bahan visual yang kaya bagi para peserta photo trip, terutama fotografer maupun traveler.
Hasil dokumentasi visual itu nantinya tidak berhenti sebagai koleksi pribadi. Namun hasil karya fotografi itu akan dibagikan melalui berbagai platform digital.
”Karya fotografi yang dihasilkan, bagian dari kampanye promosi wisata berbasis komunitas yang memanfaatkan kekuatan media sosial,” sebut Albet.
Selain menghasilkan dokumentasi visual, Mytrippix Photo Trip itu juga akan menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman dan pengetahuan bagi para peserta.
Para peserta photo trip dapat saling bertukar wawasan mengenai berbagai teknik fotografi hingga bagaimana membangun narasi atau cerita di balik sebuah destinasi ikonik.
“Melalui karya fotografi, kami ingin memperlihatkan Pulau Bintan memiliki banyak destinasi ikonik dan unik yang layak dikunjungi,” jelas Albet.
Mytrippix Photo Trip, Strategi Efektif Promosi Wisata di Era Digital
Albet menjelaskan, promosi wisata berbasis komunitas seperti Mytrippix Photo Trip, menjadi salah satu strategi yang efektif di era digital dan zaman modern saat ini.
Unggahan karya fotografi dan cerita perjalanan yang tersebar melalui media sosial, akan mampu menjangkau khalayak yang luas.
Tidak hanya membantu meningkatkan popularitas destinasi ikonik, photo trip juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Semakin banyak destinasi ikonik yang dikenal khalayak luas, semakin besar pula peluang meningkatnya kunjungan pelancong atau wisatawan yang dapat menggerakkan ekonomi lokal.
“Lewat photo trip, destinasi wisata yang sebelumnya kurang dikenal, dapat menjangkau khalayak luas,” jelas Albet.
Melalui semangat photo trip, Albet berharap pesona wisata ikonik di Pulau Bintan baik di Tanjungpinang dan Bintan, semakin dikenal luas sebagai salah satu tujuan wisata unggulan.
Tidak hanya itu, khalayak luas semakin mengenal destinasi ikonik Pulau Bintan yang menawarkan perpaduan keindahan alam, budaya dan kearifan lokal yang autentik.
”Adanya lanskap alam memikat dan cerita-cerita yang tersimpan, Pulau Bintan menunjukkan potensi sebagai tujuan wisata unggulan di Kepri,” ungkapnya.
Albet menambahkan, melalui bidikan kamera para peserta photo trip, pesona destinasi wisata ikonik di Pulau Bintan, akan bisa menjelajah lebih jauh.
”Keunikan destinasi wisata, akan mengundang lebih banyak pelancong untuk melihat dan merasakan sendiri keindahan Pulau Bintan,” pungkas Albet. (*)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : GUSTIA BENNY