Buka konten ini
TEHERAN (BP) – Proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran diklaim memasuki tahap akhir. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut kesepakatan damai dijadwalkan ditandatangani dalam waktu dekat, sementara sejumlah negara mediator menyatakan optimisme bahwa konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah segera mereda.
Salah satu dampak yang disebut akan muncul dari kesepakatan tersebut adalah dibukanya kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang selama beberapa pekan terakhir menjadi pusat ketegangan geopolitik dunia.
Trump melalui unggahannya di Truth Social pada Sabtu (13/6) waktu AS, menyatakan bahwa penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dan Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah dokumen resmi ditandatangani. “Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani besok (14/6), dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz akan dibuka untuk semua pihak,” tulis Trump.
Menurut laporan Fox News yang mengutip sumber pemerintah Amerika Serikat, Iran disebut telah menyetujui pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya tambahan bagi kapal-kapal yang melintas. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, AS juga akan menghentikan blokade yang selama ini diberlakukan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi justru menegaskan tidak ada pembahasan mengenai pungutan biaya tol dalam perundingan. Meski begitu, ia membuka kemungkinan biaya layanan tertentu terkait pengelolaan pelayaran di kawasan tersebut. (*)
Laporan : JP GROUP – ANTARA
Editor : RATNA IRTATIK