Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, meminta organisasi sayap partai aktif menangkal hoaks dan ujaran kebencian yang kian masif beredar di media sosial.
Pesan tersebut disampaikan Hashim saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) di Jakarta Timur, Jumat (13/6). Forum tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi internal dan penguatan dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Hashim yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina PP GEKIRA menilai organisasi sayap partai memiliki peran strategis dalam merespons dinamika informasi di ruang digital. Menurutnya, dunia maya saat ini dipenuhi informasi keliru yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“GEKIRA adalah organisasi politik, sayap partai politik, dengan tujuan politik, bukan paguyuban biasa. Karena itu, saya minta kader GEKIRA dan Gerindra berani menanggapi hoaks serta ujaran kebencian yang masif dilakukan pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” tegas Hashim.
Ia juga mengapresiasi perkembangan GEKIRA yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan sejak didirikan. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dijalankan mencerminkan kontribusi nyata organisasi dalam mendukung visi Partai Gerindra dan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya melihat apa yang dilakukan rekan-rekan di GEKIRA sangat positif. Ini menunjukkan GEKIRA terus berkembang dan berkarya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP GEKIRA Nikson Silalahi mengatakan, Rakernas menjadi sarana evaluasi program sekaligus penyusunan agenda kerja ke depan yang berskala nasional.
Ia menegaskan, GEKIRA berkomitmen mendukung agenda pembangunan nasional serta memperkuat keterlibatan kader di tengah masyarakat, sejalan dengan visi presiden.
“Dalam Rakernas ini kami menyusun program prioritas nasional yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Nikson.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir GEKIRA aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial, mulai dari gerakan penanaman satu juta pohon, penyaluran bantuan bagi korban bencana, hingga kegiatan sosial keagamaan.
“Tujuan kami turun ke akar rumput adalah memastikan agenda pemerintah dipahami masyarakat secara utuh dan benar, sehingga tidak mudah terdistorsi oleh informasi yang tidak akurat maupun hoaks,” pungkasnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR