Buka konten ini

Menatap layar terlalu lama bisa membuat mata lelah, kering, dan buram — gejala Computer Vision Syndrome yang kini makin sering dialami pekerja digital. Karena itu, penting untuk “jeda sejenak” dengan menerapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik agar mata tetap sehat dan fokus terjaga.

DALAM rangka memperingati World Sight Day, dr. Firda Muthia Elsyanty, Sp.M, Dokter Spesialis Mata dari Rumah Sakit Awal Bros Batam, mengingatkan masyarakat akan bahaya Computer Vision Syndrome (CVS) yaitu kondisi gangguan mata akibat terlalu lama menatap layar digital tanpa istirahat yang cukup.
dr. Firda menjelaskan bahwa CVS merupakan kumpulan gejala yang muncul akibat ketegangan pada mata, terutama karena kebiasaan menatap layar ponsel, komputer, atau tablet dalam waktu lama.
“Ketika kita menatap layar terlalu lama, otot mata bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus. Ibaratnya seperti otot tubuh yang terus-menerus mengangkat beban tanpa jeda,” jelas dr. Firda, yang praktik setiap Senin hingga Jumat di RS Awal Bros Gajah Mada pada sore hari, dan di RS Awal Bros Batu Aji pada pagi hari.
Gejala CVS: Dari Mata Lelah hingga Penglihatan Buram
Gejala awal CVS umumnya meliputi:
– Mata lelah
– Mata kering
– Iritasi atau rasa seperti berpasir
– Penglihatan buram atau ganda
– Sakit kepala
– Nyeri leher dan pundak
Kondisi ini memang tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, namun jika dibiarkan, dapat menurunkan kualitas hidup. Bahkan pada kasus tertentu, bisa menyebabkan mata kering kronis.
Yang paling mengkhawatirkan, lanjut dr. Firda, adalah dampaknya pada anak-anak dan remaja. “Pada usia pertumbuhan bola mata, penggunaan gawai berlebihan dapat mempercepat pertambahan minus pada mata,” ujarnya dalam siaran langsung melalui Instagram @haloawalbros dan @eyecenter_awalbros, bertema Mata Lelah di Era Digital:
Ayo Kenali Apa Itu Computer Vision Syndrom.

Dokter Spesialis Mata di Rumah Sakit Awal Bros Batam
Foto: Humas Rumah Sakit Awal Bros Batam
Berapa Lama Idealnya Menatap Layar?
Menurut dr. Firda, waktu ideal penggunaan layar (screen time) berbeda untuk setiap usia:
– Dewasa: 2–4 jam per hari (di luar keperluan kerja)
– Anak-anak: Maksimal 2 jam per hari
– Balita (di bawah 5 tahun): Maksimal 1 jam
– Anak di bawah 2 tahun: Tidak disarankan screen time sama sekali
Jika pekerjaan atau studi menuntut penggunaan layar lebih dari waktu yang disarankan, maka perlu dibarengi dengan kebiasaan sehat untuk menjaga kesehatan mata.
Patuhi Aturan 20-20-20
Untuk mencegah CVS, dr. Firda menyarankan untuk mengikuti aturan 20-20-20, yaitu:
“Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.”
Kebiasaan ini membantu mengistirahatkan otot mata dan menjaga frekuensi berkedip tetap normal. Ketika menatap layar, frekuensi berkedip bisa turun drastis dari 15 kali menjadi hanya 5 kali per menit, yang menyebabkan mata cepat kering.
Fungsi mengedip adalah untuk menjaga agar permukaan bola mata tetap lembap. ”Hal ini berkaitan dengan keberadaan lapisan air mata pada mata kita. Setiap kali kita mengedip, lapisan air mata tersebut akan diperbarui dan tersebar merata di permukaan mata.
Jika kita jarang mengedip, air mata akan lebih cepat menguap. Akibatnya, mata menjadi kering. Kondisi mata kering inilah yang dapat memicu gejala-gejala computer vision syndrome,” katanya.
Apakah Kacamata Anti-Radiasi Efektif?
Menanggapi pertanyaan mengenai kacamata anti-radiasi atau filter cahaya biru (blue light filter), dr. Firda menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan kacamata tersebut bisa mencegah atau mengurangi CVS.
“Cahaya biru bukan penyebab utama CVS. Penyebab utamanya adalah kerja otot mata yang berlebihan dan menurunnya frekuensi berkedip,” jelasnya.
Namun, kacamata tersebut tetap boleh digunakan untuk kenyamanan, terutama untuk mengurangi silau atau membantu menjaga kualitas tidur, karena cahaya biru dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.
Jika gejala CVS tidak kunjung membaik meski sudah mengurangi screen time dan mengikuti pola istirahat, segera periksakan diri ke dokter mata. Terutama jika sudah muncul keluhan penglihatan buram atau gangguan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tips Sehat untuk Mencegah CVS
– Ikuti aturan 20-20-20 setiap menatap layar.
– Setiap 2 jam di depan layar, istirahatlah selama 15 menit.
– Usahakan tetap aktif bergerak, jangan duduk terlalu lama.
– Tingkatkan frekuensi berkedip secara sadar.
– Gunakan night mode atau blue light filter pada perangkat digital.
– Batasi penggunaan gadget untuk anak-anak, dan dorong mereka untuk lebih banyak beraktivitas di luar ruangan.
Sebagai penutup, dr. Firda mengingatkan bahwa CVS bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia.
“Gejalanya bisa ringan, tapi kalau diabaikan, bisa berdampak besar pada kualitas hidup,” tegasnya.
Bagi masyarakat yang memiliki keluhan seputar mata seperti mata lelah, kering, atau buram, dapat berkonsultasi langsung dengan dr. Firda Muthia Elsyanty, Sp.M di RS Awal Bros Gajah Mada setiap Senin–Jumat pukul 17.00–21.00 WIB. (***)
Reporter : ANDRIANI SUSILAWATI
Editor : TUNGGUL MANURUNG