Buka konten ini

BATAM (BP) – Sektor pariwisata Batam terus menunjukkan tren positif. Pada April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 113.784 orang, meningkat 13,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, arus penumpang di seluruh pelabuhan Batam juga melonjak hingga 41 persen selama libur panjang akhir Mei dan awal Juni.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan jumlah kunjungan wisman pada April 2026 memang mengalami penurunan tipis sebesar 0,92 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 114.837 kunjungan. Namun secara tahunan, pertumbuhannya masih cukup kuat.
“Wisman yang berkunjung ke Kota Batam selama April 2026 tercatat sebanyak 113.784 kunjungan. Jika dibandingkan April 2025, jumlah kunjungan wisman ke Kota Batam naik sebesar 13,28 persen,” ujar Eko, Kamis (4/6).
Seluruh wisatawan mancanegara tersebut masuk melalui sejumlah pintu kedatangan internasional, yakni Pelabuhan Ferry Batam Centre, Nongsa Pura, Harbour Bay, Sekupang, serta Bandar Udara Internasional Hang Nadim.
Berdasarkan data BPS, wisatawan asal Singapura masih mendominasi kunjungan ke Batam dengan jumlah 55.080 orang atau 48,41 persen dari total wisman. Posisi berikutnya ditempati Malaysia sebanyak 26.435 kunjungan atau 23,23 persen.
Selanjutnya, wisatawan asal Tiongkok tercatat sebanyak 4.857 kunjungan atau 4,27 persen, India 4.160 kunjungan atau 3,66 persen, Filipina 1.964 kunjungan atau 1,73 persen, Myanmar 1.816 kunjungan atau 1,60 persen, Korea Selatan 1.330 kunjungan atau 1,17 persen, Jepang 953 kunjungan atau 0,84 persen, Inggris 865 kunjungan atau 0,76 persen, serta Australia 864 kunjungan atau 0,76 persen.
“Kontribusi 10 negara tersebut mencapai 86,41 persen dari total seluruh kunjungan wisman ke Kota Batam selama April 2026,” kata Eko.
Pertumbuhan sektor pariwisata juga tercermin dari meningkatnya kinerja industri perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Batam pada April 2026 mencapai 51,14 persen atau naik 4,68 poin dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 46,46 persen.
Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang turut meningkat menjadi 1,86 malam atau bertambah 0,14 malam dibandingkan bulan sebelumnya. Hotel berbintang tiga menjadi kategori dengan tingkat hunian tertinggi, yakni 49,63 persen.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menilai capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan wisatawan terhadap Batam sebagai destinasi wisata, sport tourism, dan pusat kegiatan bisnis.
“Alhamdulillah, kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam terus menunjukkan tren positif. Pada April 2026 terjadi kenaikan lebih dari 13 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan kepercayaan wisatawan terhadap Batam sebagai destinasi wisata, sport tourism, dan pusat kegiatan bisnis semakin meningkat,” ujarnya.
Menurut Ardiwinata, Batam masih menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Provinsi Kepulauan Riau. Pada April 2026, kontribusi kunjungan wisman ke Batam mencapai 77,38 persen dari total kunjungan wisman Kepri yang berjumlah 147.053 orang.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga April 2026, Batam menerima 486.549 kunjungan wisman atau setara 77,69 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau yang mencapai 626.278 orang.
Pergerakan Penumpang di Pelabuhan Batam Meningkat
Di sisi lain, tingginya aktivitas wisatawan juga tercermin dari pergerakan penumpang di pelabuhan. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam mencatat sebanyak 255.406 penumpang domestik dan internasional melintas melalui seluruh pelabuhan di Batam selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026.
Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, mengatakan jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode 18 hingga 24 Mei 2026 yang hanya mencapai 149.693 penumpang.
“Terjadi peningkatan sekitar 41 persen pada periode libur panjang ini. Pergerakan penumpang cukup tinggi, terutama di pelabuhan internasional,” katanya.
Menurut Takwim, lonjakan tersebut didorong meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura dan Malaysia yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk berwisata ke Batam.
Data KSOP menunjukkan puncak kedatangan penumpang internasional terjadi pada 30 Mei 2026 dengan jumlah mencapai 24.562 orang. Pada 29 Mei tercatat 15.914 penumpang, 31 Mei sebanyak 14.527 penumpang, 1 Juni sebanyak 11.422 penumpang, dan 28 Mei mencapai 10.040 penumpang.
Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari normal sebelum periode liburan. Sebagai perbandingan, pada 18 Mei 2026 jumlah penumpang internasional yang datang ke Batam tercatat sekitar 5.997 orang.
Takwim menjelaskan Pelabuhan Internasional Batam Centre masih menjadi pintu masuk dan keluar penumpang internasional tersibuk di Batam. Setelah itu disusul Pelabuhan Harbour Bay, Nongsa, Sekupang, dan Gold Coast Bengkong.
“Untuk pergerakan internasional paling ramai melalui Pelabuhan Batam Centre, kemudian disusul Harbour Bay, Nongsa, Sekupang, dan Gold Coast Bengkong,” ujarnya.
Menghadapi lonjakan penumpang, KSOP Batam memperkuat pengawasan dan pelayanan dengan menambah personel di terminal penumpang melalui bantuan kendali operasi (BKO) dari berbagai bidang teknis. Tim patroli laut juga disiagakan selama 24 jam di kawasan dengan aktivitas pelayaran tinggi.
Selain itu, pemeriksaan terhadap kapal yang akan berlayar diperketat guna memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan dan kelaiklautan.
“Yang dilakukan antara lain menambah personel pada setiap terminal, menyiagakan tim patroli kapal selama 24 jam di titik dengan pergerakan tinggi, serta meningkatkan pemeriksaan secara ketat oleh petugas pemberangkatan kapal,” jelas Takwim.
Ia memastikan seluruh pelayanan dan pengawasan selama periode libur panjang berjalan lancar. Meski terjadi lonjakan penumpang yang cukup tinggi, aktivitas pelayaran di seluruh pelabuhan Batam tetap aman, tertib, dan terkendali.
Tingginya kunjungan wisatawan serta meningkatnya mobilitas penumpang semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu gerbang utama pariwisata dan pergerakan orang di wilayah perbatasan Indonesia, khususnya bagi wisatawan yang datang dari Singapura dan Malaysia. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO