Buka konten ini

BATAM (BP) – MA IT Fajar Ilahi Bengkong kembali dipenuhi suasana hangat dan penuh keakraban saat menerima kunjungan tahunan Madrasah Al-Maarif Al Islamiah Singapura, Rabu (3/6). Kunjungan ini adalah kunjungan kali kedua. Sebuah momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat hubungan pendidikan lintas negara yang telah terjalin.
Bagi keluarga besar Fajar Ilahi, kedatangan rombongan dari Singapura bukan sekadar agenda rutin. Kenangan kebersamaan saat kunjungan pertama pada Juni 2025 masih terasa begitu dekat. Bahkan sebelum sempat melakukan kunjungan balasan ke Singapura, hubungan yang terjalin kembali dipererat melalui pertemuan kedua yang berlangsung di Kota Batam tersebut.
Rombongan guru dan siswa Madrasah Al-Maarif Al Islamiyah yang berlokasi di kawasan Geylang, Singapura, tiba di lingkungan sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka disambut oleh para guru dan siswa Fajar Ilahi yang telah menyiapkan berbagai kegiatan kolaboratif sepanjang hari.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswi SMP IT Fajar Ilahi yang membacakan Surah Al-Hujurat ayat 13. Ayat tersebut mengandung pesan tentang pentingnya saling mengenal dan menghargai perbedaan, sejalan dengan tema kegiatan tahun ini, yakni mempererat ukhuwah melalui kolaborasi.
Kepala SMP-SMA IT Fajar Ilahi Bengkong, Ustaz Mokhamad Mansyur, S.E., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas berlanjutnya silaturahmi antara kedua lembaga pendidikan tersebut.
“Kami merasa sangat bahagia dapat kembali menyambut keluarga besar Madrasah Al-Maarif Al Islamiah Singapura. Semoga kebersamaan ini semakin mempererat hubungan yang telah terjalin dan membawa manfaat bagi seluruh siswa,” ujar Ust Mansyur.
Sambutan berikutnya disampaikan Wakil Kepala Madrasah Al-Maarif Al Islamiah Singapura, Ustazah Nurul Hannah Abdul Aziz. Ia menjelaskan bahwa kunjungan kali ini dirancang tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kolaboratif yang memberikan pengalaman baru bagi para siswa.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kajian tematik yang disampaikan Ustaz Ferri Anshar, B.A. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para siswa untuk tetap optimistis dan tulus dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Terdapat tiga prinsip yang perlu dipegang generasi muda, yakni memahami bahwa kehidupan selalu berubah, meyakini adanya kemudahan setelah kesulitan, serta menjaga kerendahan hati saat berada dalam kondisi lapang.
“Perubahan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Karena itu, seseorang harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan optimisme dan ketulusan,” katanya.
Setelah sesi kajian, suasana aula semakin semarak dengan berbagai penampilan siswa. Siswa kelas VII Fajar Ilahi membawakan Kalam Jamaie dan lagu Tanah Airku, sementara delegasi Madrasah Al-Maarif menampilkan Choral Speaking yang mendapat sambutan meriah dari para peserta.
Choral Speaking adalah seni berbicara bersama-sama secara serentak, di mana sekelompok orang melafalkan teks dengan ritme, intonasi, dan ekspresi yang terkoordinasi.
Sebagai simbol persahabatan, kedua sekolah saling bertukar cendera mata. Ustaz Mansyur dan Ustaz Zikra menyerahkan cendera mata kepada pihak Madrasah Al-Maarif, sementara para siswa Fajar Ilahi turut memberikan suvenir hasil karya mereka sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan.
Interaksi antarsiswa menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan tersebut. Para peserta dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas siswa dari kedua sekolah untuk mengikuti permainan edukatif dan aktivitas kolaboratif. Mereka bekerja sama menyelesaikan berbagai tantangan sambil saling mengenal budaya dan kebiasaan masing-masing.
Meski berasal dari negara berbeda, suasana canggung hanya berlangsung sesaat. Gelak tawa dan percakapan ringan segera mewarnai setiap kelompok. Banyak siswa yang kemudian bertukar kontak untuk melanjutkan komunikasi setelah kegiatan berakhir.
Menjelang siang, rombongan Madrasah Al-Maarif dibagi menjadi dua kelompok. Sebagian mengikuti aktivitas kolaborasi bersama siswa Fajar Ilahi, sementara kelompok lainnya mengunjungi pameran karya dan bazar yang diselenggarakan siswa kelas IX.
Berbagai hasil kreativitas siswa dipamerkan, mulai dari majalah dinding bertema budaya Jawa, lukisan, karya menjahit, diorama, hingga hasil sulaman. Pameran tersebut menjadi sarana menunjukkan penerapan pembelajaran berbasis proyek yang dikembangkan di lingkungan sekolah.
Di area lain, siswa kelas XI mendemonstrasikan pembuatan berbagai kudapan, termasuk klepon dan stik keju. Stan kuliner tersebut menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi peserta karena memungkinkan mereka melihat langsung proses pembuatan makanan sekaligus mencicipi hasilnya.
Tanpa terasa, waktu kebersamaan pun berakhir. Menjelang kepulangan rombongan Singapura, suasana haru mulai menyelimuti lingkungan sekolah. Ratusan siswa mengantar para tamu hingga ke pintu keluar. Tangga, lorong kelas, balkon, hingga lapangan sekolah dipenuhi lambaian tangan dan ucapan perpisahan. Bagi sebagian siswa, pertemuan itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun dalam waktu singkat tersebut, hubungan pertemanan dan rasa kebersamaan berhasil terjalin.
Kunjungan tahunan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui interaksi lintas negara, para siswa belajar berkomunikasi, berkolaborasi, menghargai perbedaan, serta membangun jejaring persahabatan yang melampaui batas geografis.
Di tengah eratnya hubungan Indonesia dan Singapura, kegiatan semacam ini menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan dapat berkontribusi membangun kedekatan antarmasyarakat sejak usia sekolah.
Harapannya, kerja sama yang telah terjalin antara SMP-SMA IT Fajar Ilahi Bengkong dan Madrasah Al-Maarif Al Islamiah Singapura dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas pada masa mendatang. (***)
Laporan : RENGGA YULIANDRA
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI