Buka konten ini

BATAM (BP) – Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP), Chrisanctus Paschalis Saturnus atau yang akrab disapa Romo Paschal, mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan pengancaman terhadap sejumlah guru di Sekolah Play Group (PG) Djuwita, Baloi Indah, Lubuk Baja, Kota Batam.
Kasus yang sempat menjadi perhatian publik tersebut hingga kini dinilai belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Romo Paschal mengaku kesulitan memperoleh informasi terkait sejauh mana proses hukum berjalan.
Menurutnya, perkara tersebut seharusnya mendapat perhatian serius karena dugaan tindak pidana yang dilaporkan sudah cukup jelas dan sempat menyita perhatian masyarakat.
“Sampai sekarang kok belum ada kabar. Padahal dugaan pengancamannya sudah jelas,” ujar Romo Paschal kepada Batam Pos, Rabu (3/6).
Ia mengatakan telah berupaya mencari informasi dari berbagai pihak, termasuk pihak sekolah yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Namun hingga kini, belum ada kepastian mengenai perkembangan penanganan perkara.
Dari komunikasi yang dilakukan, pihak sekolah disebut juga menyampaikan bahwa proses hukum belum menunjukkan kemajuan berarti.
“Saya menanyakan kelanjutan kasus itu ke pihak sekolah. Mereka justru menyampaikan belum ada perkembangan yang jelas sampai hari ini,” ujarnya.
Meski demikian, Romo Paschal menegaskan dirinya tidak bermaksud mencampuri proses hukum yang sedang berjalan. Ia hanya berharap aparat penegak hukum dapat memberikan keterbukaan informasi kepada publik terkait perkembangan kasus tersebut.
Menurutnya, transparansi penting untuk mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat, terlebih kasus ini sebelumnya sempat viral dan menjadi perhatian luas.
“Kalau memang ada kendala atau persoalan dalam proses penanganannya, sampaikan saja kepada publik. Yang saya harapkan hanya transparansi,” katanya.
Kasus dugaan pengancaman tersebut terjadi pada April 2026. Seorang orang tua murid berinisial S dilaporkan pihak sekolah atas dugaan melakukan intimidasi terhadap sejumlah guru di PG Djuwita.
Dalam laporan yang diterima aparat penegak hukum, terlapor disebut datang ke lingkungan sekolah dan diduga mengajak sejumlah orang. Peristiwa itu membuat beberapa guru merasa terancam dan mengalami trauma.
Romo Paschal menilai minimnya informasi yang disampaikan kepada publik justru menimbulkan tanda tanya terkait kelanjutan penanganan perkara tersebut.
“Karena sampai sekarang belum ada informasi yang jelas. Masyarakat tentu bertanya-tanya, apalagi kasus ini sebelumnya cukup ramai dibicarakan,” ujarnya. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO