Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Warga di sejumlah kawasan Kecamatan Sekupang, Kota Batam, mengeluhkan kualitas air bersih yang mengalir ke rumah mereka dalam kondisi keruh, berwarna hitam pekat, dan berbau pada Rabu (3/6) dini hari.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga, Muhammad Musofa, yang mengatakan air bermasalah mulai mengalir sekitar pukul 04.00 WIB dengan warna cokelat kehitaman menyerupai kopi dan tidak layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Dalam dokumentasi yang beredar, air terlihat mengalir dari keran dengan warna cokelat tua hingga hitam pekat dan memenuhi wadah penampungan, menandakan tingginya tingkat kekeruhan akibat endapan yang terbawa dalam aliran distribusi.
“Air yang keluar dari meteran berwarna hitam seperti kopi dan berbau. Kami terpaksa membuang air terus dari jam 04.00 WIB sampai sekitar jam 07.30 WIB sebelum akhirnya air kembali normal,” ujar Musofa.
Ia juga menyoroti meteran air yang tetap berjalan selama proses pembuangan tersebut, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait beban biaya yang harus ditanggung pelanggan.
“Selama pembersihan dari jam 04.00 WIB sampai jam 07.00 WIB air kita buang, meteran tetap jalan. Ini biaya siapa yang menanggung? Konsumen yang dibebankan?” katanya.
Musofa menyebut persoalan air keruh tidak hanya terjadi di Tiban McDermott, tetapi juga dilaporkan warga di wilayah lain seperti Tiban Mas, Tiban Indah, Tiban Baru, hingga Patam.
Ia yang juga anggota DPRD Kepri mengaku telah menyampaikan kondisi tersebut kepada BP Batam untuk segera ditindaklanjuti.
“Saya sudah menyampaikan kondisi air dari jam 04.00 WIB tadi pagi kepada pihak BP Batam dan Kepala BP Batam,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Sungai Harapan, Anita, yang mengatakan gangguan kualitas air bukan kali pertama terjadi di lingkungannya.
“Di Sungai Harapan beberapa waktu lalu pernah juga kondisi seperti ini, malah sering airnya putih seperti air kapur yang kental. Tolong, ini bagaimana solusinya?” ungkapnya.
Warga lainnya, Dian, juga mengaku air di rumahnya berubah warna dan berbau seperti karat. Ia menilai persoalan tersebut berulang tanpa solusi permanen.
“Di tempat kami keruh dan berbau seperti karat. Keruh lebih sering, bersih jarang. Dikuras bersih, selanjutnya keruh lagi. Tidak abadi bersihnya,” ujarnya.
Keluhan dari berbagai kawasan tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas layanan air bersih. Warga berharap Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha SPAM Batam segera memberikan penjelasan terkait penyebab gangguan air keruh dan berbau, serta memastikan kejadian serupa tidak terus berulang.
Selain itu, warga juga meminta kejelasan terkait biaya air yang terbuang selama proses pembersihan jaringan di rumah pelanggan, mengingat air yang keluar dalam kondisi tidak layak pakai.
Menanggapi hal tersebut, Humas PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan SPAM Batam yang terdampak penurunan kualitas air di wilayah Tiban, Sekupang, dan sekitarnya.
Ia menjelaskan, kondisi air keruh, kecokelatan hingga kehitaman, serta berbau merupakan dampak pekerjaan penyambungan pipa distribusi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Seiladi berkapasitas 50 liter per detik yang dilakukan Selasa (2/6) malam hingga Rabu dini hari.
“Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan sistem distribusi air minum guna mendukung pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan,” ujarnya.
Menurut dia, selama pekerjaan berlangsung terjadi penghentian sementara aliran air pada sejumlah jaringan distribusi. Setelah aliran kembali normal, perubahan tekanan dalam pipa menyebabkan endapan atau sedimen ikut terbawa ke rumah pelanggan.
“Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air sementara di sejumlah wilayah terdampak,” jelasnya.
Bersihkan Air, ABH Lakukan Flushing Bertahap
Menanggapi keluhan masyarakat, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan kondisi tersebut merupakan dampak sementara dari pengoperasian kembali jaringan distribusi pasca pekerjaan interkoneksi pipa transmisi Ladi berkapasitas 50 liter per detik.
Ia menjelaskan, pihak ABH akan melakukan flushing atau penggelontoran jaringan secara bertahap di area terdampak untuk mempercepat pembersihan endapan dalam pipa distribusi.
Selain itu, pelanggan juga diimbau melakukan flushing mandiri dengan membuka keran air beberapa saat hingga aliran kembali jernih sebelum digunakan atau ditampung.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan ini. Pekerjaan ini bagian dari upaya meningkatkan keandalan sistem penyediaan air bersih,” ujarnya, Rabu (3/6).
BP Batam bersama SPAM dan ABH juga menurunkan tim operasional untuk memantau kondisi jaringan di lapangan agar layanan segera kembali normal.
Sebagai langkah penanganan, PT Air Batam Hilir menerjunkan tim operasional untuk melakukan flushing di lokasi terdampak guna mempercepat pemulihan kualitas air.
“Alhamdulillah, sejumlah wilayah sudah mengalami perbaikan kualitas air. Namun, tim masih terus melakukan pemantauan di beberapa area yang memerlukan pemulihan lanjutan,” kata Ginda.
PT Air Batam Hilir juga mengimbau pelanggan yang masih mengalami gangguan untuk segera melapor melalui saluran resmi agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.
Pihaknya menyampaikan apresiasi atas pengertian pelanggan selama proses pemulihan berlangsung dan menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan keandalan layanan air bersih di Batam.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan sistem penyediaan air minum serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan SPAM Batam,” tutupnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO