Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat beragama untuk bersama-sama menekan ego dan mengedepankan nilai kemanusiaan demi mewujudkan kedamaian dunia. Menurutnya, berbagai konflik yang terjadi di tingkat keluarga, masyarakat, hingga antarnegara kerap berakar dari ego yang tidak terkendali.
Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis (TB) di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu (31/5).
“Kalau kita berhasil menjinakkan ego kita, bukan saja persoalan pribadi dan keluarga yang selesai, tetapi juga persoalan kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan, bahkan dunia,” ujar Nasaruddin.
Menurut dia, agama memiliki peran penting sebagai instrumen untuk mengendalikan ego manusia sehingga mampu menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis.
Perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 9.500 umat Buddha. Sebanyak 28 biksu dan biksuni dari Sangha Agung Indonesia turut mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan prosesi pindapata dan puja bakti Waisak.
Ketua Sangha Agung Indonesia, Bhante Nyana Gupta, mengatakan Waisak tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, tetapi juga momentum untuk mengaktualisasikan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita menekankan pentingnya cinta kasih sebagai salah satu aspek praktik umat Buddha yang dapat membawa perdamaian. Kehadiran Buddha hendaknya juga hadir dalam diri setiap orang,” kata Bhante Nyana Gupta.
Ia menjelaskan, rangkaian perayaan Waisak tahun ini dilaksanakan hampir selama satu bulan penuh. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari aksi sosial, pendalaman Dharma, hingga kegiatan yang melibatkan generasi muda.
Menurut Bhante Nyana Gupta, konsep tersebut terinspirasi dari tradisi Ramadan yang dijalankan umat Islam dengan berbagai aktivitas keagamaan sepanjang bulan.
“Kita terinspirasi oleh teman-teman Muslim. Karena itu, kami juga mempraktikkan kegiatan selama satu bulan, mulai dari pendalaman Dharma, kegiatan anak muda, hingga nantinya ditutup dengan perayaan Waisak khusus remaja,” ujarnya.
Perayaan Waisak 2570 TB tahun ini mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” dengan subtema “Waisak Ingatkan Kita Cara Melepas Ego”.
Melalui tema tersebut, umat Buddha berharap nilai cinta kasih, toleransi, dan persaudaraan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK