Buka konten ini

BATAM (BP) – Libur panjang akhir Mei hingga awal Juni 2026 menjadi berkah bagi sektor pariwisata dan perdagangan Kota Batam. Arus wisatawan mancanegara (wisman), terutama dari Singapura dan Malaysia, meningkat signifikan dan berdampak langsung terhadap ramainya pusat perbelanjaan, destinasi wisata, hingga sektor jasa.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mencatat lonjakan kunjungan wisatawan asing selama periode long weekend. Arus kedatangan terlihat meningkat di sejumlah pelabuhan internasional yang menghubungkan Batam dengan Singapura dan Malaysia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan peningkatan kunjungan tidak terlepas dari posisi Batam sebagai destinasi wisata lintas batas yang mudah dijangkau.
“Sedang long weekend. Jadi kunjungan wisatawan dari Malaysia maupun Singapura meningkat ke Batam,” ujarnya, Senin (1/6).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam menunjukkan tren kunjungan wisman sepanjang 2026 masih bergerak positif. Pada Januari jumlah wisatawan asing tercatat 126.620 orang, meningkat menjadi 131.308 orang pada Februari, sebelum berada di angka 114.837 orang pada Maret.
Singapura masih menjadi penyumbang wisatawan terbesar ke Batam, disusul Malaysia, China, India, dan Filipina.
Bagi banyak pelancong, kemudahan akses, kenyamanan, serta nilai ekonomi yang diperoleh selama berada di Batam masih menjadi daya tarik utama. Terlebih, karakter wisata Batam kini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor belanja.
Menurut Ardiwinata, pasar wisata Batam mulai berkembang ke sektor kesehatan, kebugaran, olahraga, hingga kegiatan bisnis dan pertemuan.
“Wisatawan Malaysia misalnya banyak yang datang untuk berbelanja, menikmati layanan kesehatan, wellness, pijat, hingga bermain golf,” katanya.
Selain ragam produk wisata yang semakin beragam, kemudahan mobilitas juga menjadi faktor pendorong meningkatnya kunjungan. Modernisasi terminal penumpang, peningkatan kualitas armada feri, hingga penerapan autogate di pos pemeriksaan keimigrasian dinilai membuat perjalanan wisatawan semakin nyaman.
“Transportasi semakin lancar, ferinya nyaman, pelayanan pelabuhan juga semakin baik. Dengan autogate, proses keimigrasian menjadi lebih efisien,” tambah Ardiwinata.
Lonjakan kunjungan wisatawan itu juga terlihat jelas di pusat-pusat perbelanjaan Batam. Sejumlah mal dan kawasan komersial dipadati wisatawan asing yang berburu berbagai kebutuhan, mulai dari produk fesyen, kosmetik, hingga oleh-oleh khas Batam.
Menguatnya nilai tukar dolar Singapura dan ringgit Malaysia terhadap rupiah turut menjadi faktor pendorong meningkatnya aktivitas belanja wisatawan.
Pantauan di sejumlah pusat perbelanjaan, Senin (1/6), menunjukkan aktivitas transaksi jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa. Wisatawan tampak memanfaatkan daya beli yang lebih kuat untuk berbelanja dalam jumlah lebih banyak.
Etha, pedagang oleh-oleh di salah satu pusat perbelanjaan Batam, mengaku omzet penjualannya meningkat signifikan selama libur panjang.
“Dalam beberapa hari terakhir pengunjung jauh lebih ramai. Banyak wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang membeli oleh-oleh dalam jumlah besar. Kondisi kurs yang menguntungkan membuat mereka lebih leluasa berbelanja,” ujarnya.
Untuk menarik minat pembeli, sejumlah pelaku usaha juga menawarkan diskon antara 10 hingga 30 persen untuk berbagai produk unggulan.
“Program diskon cukup efektif. Wisatawan biasanya membeli lebih banyak ketika ada potongan harga. Produk makanan khas Batam menjadi salah satu yang paling banyak dicari,” katanya.
Tak hanya toko oleh-oleh, gerai produk kesehatan dan kecantikan juga mengalami lonjakan pengunjung. Banyak wisatawan terlihat membawa kantong belanja berisi produk perawatan tubuh dan kosmetik yang dibeli selama berada di Batam.
Ardiwinata mengatakan sektor belanja masih menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pengeluaran wisatawan selama berkunjung ke Batam.
Menurutnya, rata-rata pengeluaran wisman berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta per orang
selama berada di Batam.
“Belanja menjadi salah satu aktivitas favorit wisatawan ketika datang ke Batam. Karena itu kami terus mendorong pelaku usaha menghadirkan produk yang menarik, pelayanan yang baik, serta berbagai program promosi agar wisatawan semakin nyaman dan betah berkunjung,” ujarnya.
Per Senin (1/6), nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.933 per dolar Singapura dan sekitar Rp4.489 per ringgit Malaysia. Kondisi tersebut membuat harga barang dan jasa di Batam relatif lebih murah bagi wisatawan dari negara tetangga.
Tak heran, momentum libur panjang kali ini dimanfaatkan banyak wisatawan untuk menikmati berbagai atraksi wisata sekaligus berburu belanja di Kota Batam. (*)
Reporter : AZIS MAULANA – YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK