Buka konten ini

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) mencatat harga patokan ekspor (HPE) dan harga referensi (HR) emas mengalami penurunan pada periode 1–14 Juni 2026. Pelemahan harga ini dipicu oleh pergeseran minat investor ke instrumen keuangan yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1416 Tahun 2026, HPE emas ditetapkan sebesar USD148.396,49 per kilogram. Angka tersebut turun 1,43 persen dibandingkan periode kedua Mei 2026 yang mencapai USD150.555,29 per kilogram. Sementara itu, HR emas juga turun menjadi USD4.615,65 per troy ounce (t oz) dari sebelumnya USD4.682,80 per t oz.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, mengatakan koreksi harga emas terjadi selama periode pengumpulan data yang menjadi dasar penetapan harga.
Menurutnya, selain karena investor mulai beralih ke instrumen investasi berbasis imbal hasil, pasar emas saat ini juga sedang memasuki fase konsolidasi yang mendorong banyak pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking).
“Selama proses pengumpulan data, harga emas terkoreksi sebesar 1,43 persen. Selain dipengaruhi pergeseran preferensi investor ke instrumen berbasis imbal hasil, pasar emas memasuki fase konsolidasi yang mendorong terjadinya aksi ambil untung,” ujarnya.
Tommy menambahkan, pergerakan harga emas global juga dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter dunia serta prospek pertumbuhan ekonomi global yang masih menjadi perhatian investor.
Kemendag menjelaskan, penetapan HPE dan HR emas dilakukan berdasarkan data teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengacu pada perkembangan harga di pasar internasional. Acuan harga emas yang digunakan berasal dari publikasi London Bullion Market Association.
Penentuan harga tersebut juga melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.
Kemendag menilai penyesuaian HPE dan HR diperlukan agar harga yang ditetapkan tetap mencerminkan kondisi pasar global terkini. Penurunan harga emas kali ini menunjukkan investor mulai mencari alternatif investasi lain yang dinilai mampu memberikan imbal hasil lebih menarik dibandingkan logam mulia. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI