Buka konten ini

MYANMAR (BP) – Ledakan dahsyat mengguncang sebuah gudang penyimpanan amunisi di wilayah Shan, Myanmar timur laut, Minggu (1/6). Sedikitnya 39 orang dilaporkan tewas dan 75 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden yang nyaris menghapus satu desa dari peta.
Peristiwa itu terjadi di Desa Kaung Tat, dekat perbatasan Tiongkok, yang berada di wilayah kendali kelompok bersenjata Ta’ang National Liberation Army (TNLA).
Dilansir Al Jazeera, ledakan terjadi sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Dentuman keras disusul ledakan susulan memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan besar di kawasan permukiman.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam raksasa membumbung tinggi ke udara. Beberapa saat kemudian terdengar ledakan susulan yang semakin memperparah kerusakan.
Foto-foto dari lokasi menunjukkan rumah-rumah rata dengan tanah dan bangunan yang hancur akibat kekuatan ledakan.
Juru bicara TNLA mengatakan data rumah sakit mencatat 39 korban meninggal dunia dan 75 orang luka-luka. Meski demikian, jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses pencarian terus dilakukan.
Hingga kini, penyebab ledakan belum diketahui secara pasti. Dalam pernyataan resminya, TNLA menyebut bahan peledak yang tersimpan di lokasi digunakan untuk aktivitas pertambangan. Wilayah Shan memang dikenal sebagai salah satu kawasan tambang batu ruby terbesar di Myanmar.
“Insiden ini menyebabkan banyak korban di kalangan warga sipil,” tulis TNLA dalam pernyataannya.
Kelompok tersebut menyatakan tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab ledakan sekaligus menentukan pihak yang harus bertanggung jawab.
Kesaksian warga menggambarkan dahsyatnya ledakan yang terjadi. Seorang warga bernama Moe Z mengaku hampir seluruh area di sekitar pusat ledakan hancur tanpa menyisakan bentuk bangunan yang utuh.
“Semuanya benar-benar hancur dan tidak bisa dikenali lagi,” katanya.
Ia mengaku melihat banyak korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Sebuah kawah besar juga terbentuk di lokasi penyimpanan bahan peledak. “Rasanya seperti seluruh desa lenyap begitu saja,” ujarnya.
Seorang jurnalis lokal yang berada di lokasi mengatakan lebih dari separuh rumah hancur. Bangunan yang berada paling dekat dengan pusat ledakan tercerai-berai hingga tidak menyisakan tiang penyangga. “Rumah-rumah di sekitar pusat ledakan benar-benar berkeping-keping,” ujarnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY