Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Ikatan Duta Bahasa (Ikadubas) Kepulauan Riau resmi menobatkan Imannuel Maitreya Lee Wuisan Jr dan Qonita Isrina Daroja asal Batam sebagai Duta Bahasa Kepri 2026. Keduanya akan mewakili Kepri pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional di Jakarta.
Penobatan tersebut menjadi penutup rangkaian seleksi yang diikuti puluhan generasi muda dari berbagai kabupaten dan kota di Kepri.
Para finalis sebelumnya menjalani sejumlah tahapan penilaian, mulai dari kemampuan komunikasi, wawasan kebahasaan, hingga penguatan karakter kepemimpinan.
Ketua Ikadubas Kepri, Muhammad Chairuddin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda dalam memperkuat penggunaan bahasa Indonesia, sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa asing melalui semangat Trigatra Bangun Bahasa.
Menurut dia, program Duta Bahasa tidak hanya berfokuspada aspek kebahasaan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan karakter, kreativitas, dan kepemimpinan anak muda di Kepri.
“Ada 20 finalis dari kabupaten dan kota di Kepri yang mengikuti seluruh rangkaian tahapan pemilihan dengan penuh antusias,” ujar Chairuddin, Jumat (22/5).
Selama masa karantina dan pembekalan, para finalis mendapatkan pelatihan intensif terkait kebahasaan, komunikasi publik, wawasan budaya, hingga penguatan karakter sebagai Duta Bahasa.
Mereka juga dibekali kemampuan berbicara di depan publik, penyusunan gagasan kebahasaan yang aplikatif, serta mengikuti berbagai simulasi dan praktik kolaborasi tim untuk mengasah kepercayaan diri.
Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Kepri, Titik Wijanarti, menegaskan Duta Bahasa memiliki peran strategis sebagai generasi muda yang menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.
Menurutnya, keberadaan Duta Bahasa diharapkan tidak sekadar menjadi simbol generasi muda berprestasi, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat untuk mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“Duta Bahasa diharapkan tidak hanya menjadi simbol generasi muda berprestasi, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat untuk mengajak masyarakat melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa asing secara seimbang,” ujarnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY