Buka konten ini

BATAM (BP) – Tumpukan uang palsu berbagai pecahan dimasukkan ke mesin penghancur di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (21/5). Dalam hitungan menit, ribuan lembar yang menyerupai Rupiah itu berubah menjadi serpihan kecil.
Total sebanyak 5.454 lembar uang tidak asli dimusnahkan sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap mata uang nasional.
Pemusnahan dilakukan Bank Indonesia bersama unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) Provinsi Kepulauan Riau.
Sejumlah institusi turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Polda Kepulauan Riau, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kepri, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepri.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widiarto P. mengatakan uang palsu yang dimusnahkan berasal dari hasil temuan masyarakat dan proses sortir uang perbankan sepanjang November 2022 hingga Desember 2025.
“Uang Rupiah palsu yang dimusnahkan ini tercatat sebanyak 5.454 lembar dan berasal dari hasil proses pengolahan uang dan temuan masyarakat di wilayah Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Rony, Jumat (22/5).
Menurut dia, seluruh uang yang dimusnahkan telah melalui tahapan identifikasi dan pengujian keaslian oleh Bank Indonesia.
Setelah dipastikan tidak asli, barang bukti kemudian diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk proses penyidikan lebih lanjut sebelum akhirnya dimusnahkan berdasarkan persetujuan Pengadilan Negeri Batam.
Proses penghancuran dilakukan menggunakan mesin penghancur kertas milik Bank Indonesia yang mengubah uang menjadi potongan kecil sehingga tidak dapat dikenali maupun digunakan kembali.
Bank Indonesia menilai tren peredaran uang palsu secara nasional menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Rony menyebut perkembangan teknologi unsur pengaman pada Rupiah menjadi salah satu faktor yang membuat uang semakin sulit dipalsukan.
Data Bank Indonesia menunjukkan rasio temuan uang palsu turun dari 5 ppm (piece per million) pada 2023 menjadi 4 ppm selama periode 2024 hingga 2025.
Angka tersebut menggambarkan jumlah uang palsu yang ditemukan dalam setiap satu juta lembar uang beredar.
“Hal ini menunjukkan kualitas unsur pengaman Rupiah semakin baik dan sulit dipalsukan,” katanya.
Bank Indonesia juga mengklaim kualitas desain dan pengamanan Rupiah mendapat pengakuan internasional.
Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 sebelumnya memperoleh penghargaan dalam ajang IACA Currency Awards 2023 sebagai salah satu seri uang terbaik dunia.
Sementara pecahan Rp50 ribu emisi 2022 disebut masuk daftar mata uang dengan tingkat keamanan tinggi versi lembaga pemeringkat internasional BestBrokers pada 2024.
Selain penindakan, Bank Indonesia bersama Botasupal Kepri juga terus memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri uang asli.
Sosialisasi dilakukan melalui kampanye “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” yang mengajak masyarakat mengenali keaslian uang dengan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.
Masyarakat juga diimbau menjaga kondisi fisik uang melalui prinsip 5J, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.
Bank Indonesia menegaskan Rupiah bukan sekadar alat transaksi, melainkan simbol kedaulatan negara yang kepercayaan dan keamanannya harus dijaga bersama. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : Ratna Irtatik