Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menggelar layanan administrasi kependudukan bagi tahanan dan narapidana. Program ini dilakukan untuk memastikan seluruh warga binaan memiliki data kependudukan yang valid dan terintegrasi.
Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rizanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri terkait pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi warga binaan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan terpenuhinya hak administrasi kependudukan bagi seluruh warga negara, termasuk mereka yang berada di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan,” ujar Yosafat.
Dalam pelaksanaannya, layanan yang diberikan meliputi verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), perekaman data biometrik, serta pemadanan data kependudukan melalui sistem jemput bola.
Yosafat menegaskan, validitas data kependudukan memiliki peran penting dalam mendukung akses layanan publik bagi warga binaan, termasuk layanan kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan.
“Kegiatan ini juga dalam rangka mempercepat pemenuhan hak administrasi kependudukan serta mendukung akses layanan jaminan kesehatan bagi tahanan dan narapidana. Dengan validitas data NIK yang baik, diharapkan para warga binaan dapat memperoleh layanan publik secara optimal,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh tahanan dan narapidana yang belum memiliki data kependudukan valid diberikan kesempatan untuk melakukan perekaman maupun pembaruan data.
Petugas Disdukcapil bersama pihak Lapas juga memastikan proses verifikasi dan pemadanan data dilakukan secara akurat dan menyeluruh, agar tidak ada warga binaan yang terkendala dalam mengakses layanan publik di kemudian hari.
“Dengan adanya verifikasi dan perekaman data biometrik ini, diharapkan tidak ada lagi warga binaan yang terkendala akses layanan publik akibat data yang belum valid,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO