Buka konten ini

BATAM (BP) – Pengembangan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Batam terus dipercepat guna mendukung ekosistem transportasi ramah lingkungan dan transisi energi bersih.
Sebagai penyedia tenaga listrik di wilayah tersebut, PLN Batam terus memperluas jaringan SPKLU di berbagai titik strategis. Hingga saat ini, jumlah SPKLU di Batam telah mencapai puluhan unit yang tersebar di sejumlah kawasan penting.
Manajer Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, mengatakan pengembangan SPKLU merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah terkait kendaraan listrik.
“PLN Batam berkomitmen mendukung pengembangan kendaraan listrik melalui penyediaan SPKLU di berbagai lokasi strategis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SPKLU merupakan fasilitas khusus untuk pengisian daya kendaraan listrik yang dirancang dengan standar teknis dan keamanan tinggi, termasuk dukungan teknologi pengisian cepat (fast charging). Infrastruktur ini berbeda dengan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang digunakan untuk kebutuhan listrik berskala kecil.
Saat ini, SPKLU di Batam telah tersedia di sejumlah lokasi strategis, seperti pusat perbelanjaan, kawasan perkantoran, hotel, hingga area publik. Beberapa di antaranya berada di kawasan Grand Batam, Harbour Bay, Mega Mall, Nagoya Thamrin, Padang Golf Sukajadi, hingga Metro Showroom.
Selain itu, fasilitas serupa juga telah terpasang di Mall Botania, Kantor PLN Korporat, Kantor PLN Disyan 1 dan 2, Hotel Harris Batam Centre, kawasan Petra Tiban, Kantor Pajak Sukajadi, Taman Golf Residence, showroom kendaraan listrik BYD, Kantor PP Polri, Polresta Barelang, hingga Masjid Bintang Amin Angkasa.
Dengan semakin banyaknya titik SPKLU, pengguna kendaraan listrik di Batam kini memiliki akses yang lebih mudah untuk mengisi daya tanpa khawatir kehabisan energi saat beraktivitas.
Yoga menambahkan, pengembangan SPKLU akan terus dilakukan secara bertahap seiring meningkatnya jumlah kendaraan listrik di Batam.
“Kami melihat tren kendaraan listrik terus meningkat. Karena itu, infrastruktur pendukung juga harus siap agar masyarakat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” katanya.
Penguatan jaringan SPKLU ini diharapkan dapat mempercepat transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Selain lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik juga dinilai lebih efisien dalam jangka panjang, sehingga berpotensi menjadi solusi transportasi masa depan di Indonesia. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO