Buka konten ini

MALANG (BP) – Sebagai kota pendidikan yang menjadi tujuan mahasiswa dari berbagai daerah, Kota Malang menarik perhatian investor untuk mengembangkan kawasan rumah kos (rukos). Salah satunya dilakukan perusahaan properti Lumbung Coin Eco-resort yang berkolaborasi dengan Indonesia Construction Architecture Network (ICAN) dalam menggarap rukos yang memadukan konsep hunian (living) dengan pembelajaran (learning) bagi penghuninya.
Kedua institusi tersebut melakukan prapeluncuran pembangunan rukos yang berlokasi di dekat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Junrejo, Kota Batu, Minggu (12/4). Sebelumnya, ICAN juga menggelar “Architecture Product Workshop” yang dihadiri Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur Wilayah Malang di Hotel Alana, Malang. Sejak 2017, ICAN telah menyelenggarakan workshop secara daring dan luring dengan total peserta mencapai 10 ribu orang, yang terdiri atas pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) serta arsitek.
“Nantinya kami membangun bootcamp di Lumbung Coin untuk menciptakan talenta-talenta di bidang digital yang siap bersaing di ekosistem digital lokal maupun global,” kata Direktur Utama Lumbung Coin Eco-resort, Rosantika, dalam keterangannya, Senin (13/4).
Ia optimistis, melalui bootcamp tersebut dapat lahir sumber daya manusia (SDM) berkualitas di bidang digital yang pada akhirnya berkontribusi terhadap program pemerintah dalam menciptakan 19 juta lapangan kerja baru.
Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem transformatif yang menyatukan hunian komunal modern dengan pusat pelatihan praktis berbasis industri guna mencetak talenta unggul di era ekonomi digital.
Lumbung Coin Eco-resort dibangun di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan udara sejuk yang memberikan manfaat psikologis. Lingkungan yang jauh dari hiruk-pikuk kawasan industri dan komersial menciptakan keseimbangan antara konsep living dan learning. Kawasan ini diharapkan mampu memecahkan batas antara ruang kelas dan ruang sosial. Ide-ide kreatif, termasuk rintisan usaha (startup), tidak hanya lahir di meja pelatihan, tetapi juga dalam suasana santai, seperti saat berdiskusi di sore hari.
Untuk mewujudkan konsep tersebut, Lumbung Coin juga menggandeng VOCASIA sebagai penyedia platform pembelajaran digital (e-learning). VOCASIA sebelumnya telah berkolaborasi dengan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) dalam bidang sertifikasi manajemen risiko.
Rosantika berharap, kombinasi hunian dan pembelajaran ini mampu mencetak pekerja lepas (freelancer) digital. Dengan demikian, para penghuni diharapkan memiliki penghasilan sendiri dari keahlian digital yang dimiliki, bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan formalnya.
Ia menjelaskan, unit yang dibangun di kawasan tersebut terbatas, yakni 67 rumah dengan masing-masing terdiri atas 12 kamar. Dengan konsep ramah muslim (muslim friendly), hunian kos dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, tersedia pula unit khusus keluarga serta fasilitas tempat ibadah yang dapat digunakan bersama.
Chairman ICAN, Dian Putra, memastikan kehadiran bootcamp di lingkungan kos akan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. “Harapannya, tidak hanya sekadar kuliah, tetapi juga mampu menciptakan peluang bisnis dari talenta yang dimiliki,” ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan living and learning juga dilengkapi area kerja bersama (co-working space) serta amfiteater yang mendukung penghuni dalam merealisasikan ide-ide bisnis secara nyaman dan aman.
Sementara itu, Chairman VOCASIA, Farid Subkhan, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung ekosistem digitalpreneur. Menurut dia, semakin banyak perguruan tinggi, maka pasokan SDM juga meningkat, sehingga perlu diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja.
“Lewat pelatihan digitalpreneur, kami ingin memberikan opsi karier bagi lulusan perguruan tinggi dan masyarakat umum. Sebagai lembaga pendidikan, VOCASIA menyediakan platform, materi, dan pengajar. Sementara Lumbung Coin menyediakan fasilitas tempat. Di tengah pembelajaran daring, tetap diperlukan sesi luring dengan menghadirkan praktisi untuk berbagi pengalaman sukses,” kata Farid. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI