Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pintu Istana Kepresidenan yang selama ini hanya dipandang dari kejauhan, akhirnya terbuka bagi para pelajar. Melalui program “Istana untuk Anak Sekolah”, Kamis (16/4), siswa SMP Negeri 39 Jakarta mendapat kesempatan langka menapaki ruang-ruang bersejarah di pusat pemerintahan.
Bagi mereka, kunjungan ini bukan sekadar agenda wisata edukasi. Ada rasa bangga, takjub, sekaligus mimpi yang perlahan tumbuh saat menyusuri bagian dalam Istana.
Azhari, salah satu siswa, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia mengaku sudah dua kali datang ke kawasan Istana saat penyambutan tamu negara. Namun, baru kali ini bisa masuk ke dalam bangunan utama.
“Kalau ke area Istana saya udah dua kali waktu penyambutan PM Tiongkok. Tapi masuk ke dalam ini baru pertama kalinya,” ujarnya.
Pengalaman serupa dirasakan Tri Fauziah dan Najma. Untuk pertama kalinya mereka menginjakkan kaki di Istana dan langsung terpukau dengan suasana di dalamnya. Deretan foto pahlawan, patung, hingga tata ruang yang rapi meninggalkan kesan mendalam.
“Sesuai ekspektasi banget sih. Banyak foto-foto pahlawan, patungnya juga, tertata rapi, bersih, wangi,” kata mereka.
Kekaguman juga datang dari Sayid Mardhatillah Akbar. Ia terpesona dengan interior Istana yang dinilai indah dan terawat. Kunjungan itu bahkan memantik cita-cita besarnya untuk berkontribusi bagi negara.
“Kalau untuk Pak Presiden, makasih sudah mengajak kami ke sini. Semoga teman-teman lain juga bisa merasakan,” ujarnya. Ia pun menyebut ingin menjadi Menteri Keuangan, bahkan Presiden suatu hari nanti.
Di sisi lain, Aisyah dan Jessica justru terpikat pada nilai seni yang ada di dalam Istana. Lukisan-lukisan karya seniman ternama hingga detail arsitektur bangunan menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka.
“Aku kagum sama beberapa lukisan, banyak karya pelukis terkenal,” ujar Jessica.
“Aku juga, corak bangunannya bagus banget,” timpal Aisyah.
Kunjungan ini juga memberi kesan tentang keterbukaan negara terhadap generasi muda. Para pelajar merasa dihargai karena diberi ruang untuk melihat langsung pusat pemerintahan.
“Kalau ketemu Pak Presiden, saya mau mengucapkan terima kasih karena sudah memberi kesempatan kami mengunjungi Istana,” kata Azhari.
Dari sisi pendidik, program ini dinilai sarat nilai edukasi. Guru Pendidikan Pancasila SMPN 39 Jakarta, Waskito Gunawan, menyebut kegiatan tersebut sebagai cara konkret mengenalkan siswa pada praktik pemerintahan.
“Program ini sangat bagus, mengenalkan anak-anak pada kondisi Istana, baik fisik maupun program kerjanya,” ujarnya.
Program “Istana untuk Anak Sekolah” bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, ia menjadi jembatan yang mendekatkan generasi muda dengan negaranya. Dari ruang-ruang Istana, benih mimpi itu tumbuh—bahwa suatu hari nanti, mereka bukan hanya datang sebagai tamu, tetapi menjadi bagian dari perjalanan bangsa. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO